Perang Dagang China-AS dan Pandemi Tunda Aksi BUMN Ini Melantai di Bursa

Sabtu, 10 Oktober 2020 - 21:10 WIB
loading...
A A A
Entus mengatakan, pihaknya menerbitkan obligasi atau bond dengat target senilai Rp2 triliun. Namun, karena situasi pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya tumbuh 5,1%. Serta perang dagang China dan AS membuat perseroan hanya memperoleh harga obligasi sebesar Rp1 triliun.

"Di tahun 2019 kemarin bond atau obligasi yang diterbitkan juga tidak mencapai target Rp 2 triliun, tapi hanya Rp1 triliun, ini juga karena disebabkan faktor ekonomi yang mungkin bukan saja di Indonesia, tapi karena perang dagang antara China dan AS," kata dia.

Saat ini, lanjut dia, manajemen perseroan tetap mengelolah Adhi Karya untuk mencapai target dan visi perseroan. Di mana, dasar yang dijadikan pilar dalam penyusunan strategi dan sistem manajemen untuk mencapai target atau visi adalah, pengembangan sumber daya manusia (SDM), sistem dan proses bisnis yang dikembnagkan secara terus menurus dengan melihat perubahan yang terjadi di lingkungan bisnisnya Adhi Karya.

"Dan lingkungan bisnis ini tidak bisa kita batasi pada lingkungan bisnis tertentu, tetapi mulai dari global, regional, dan nasional," terangnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MNC Digital Mengambil...
MNC Digital Mengambil Langkah Strategis Menuju Pencatatan Saham Sekunder di HKEX dengan Pengajuan A1
Potensi Peluang ARA...
Potensi Peluang ARA Berjilid dari IPO WBSA, Aplikasi Investasi Saham IPOT Permudah Akses
Airlangga Blak-blakan...
Airlangga Blak-blakan Soal 2 Skema Demutualisasi Bursa Efek, Bisa IPO dan Private Placement
BEI Buka Suara Pascatemuan...
BEI Buka Suara Pascatemuan Bareskrim Soal Manipulasi IPO PIPA
Efek Free Float 15%,...
Efek Free Float 15%, OJK Kaji Ulang Rencana IPO 2026
7 Perusahaan Antre IPO,...
7 Perusahaan Antre IPO, Mayoritas Beraset Jumbo
Prabowo Minta Aset Negara...
Prabowo Minta Aset Negara Dikelola Maksimal untuk Masyarakat
SpaceX: IPO Terbesar...
SpaceX: IPO Terbesar Sejarah, Eforia Tercepat yang Menguap
Resmi Melantai, IPO...
Resmi Melantai, IPO SpaceX Cetak Sejarah dan Jadikan Elon Musk Triliuner Dunia Pertama
Rekomendasi
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
Apa Itu Ayat Salamun...
Apa Itu Ayat Salamun Rebo Wekasan?
Berita Terkini
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved