Tak Henti Tambah Pekerja Meski Pandemi

Senin, 12 Oktober 2020 - 05:57 WIB
loading...
A A A
“Jika dibandingkan dari tahun lalu, kami mencatat peningkatan lebih dari 130%,” kata Handhika kepada SINDO Media, Kamis (8/10/2020).

Seiring pertumbuhan itu, dia tidak menampik jika ada kebutuhan perusahaan untuk merekrut karyawan baru guna menguatkan lini bisnis. Mereka pun berkomitmen terus berusaha semaksimal mungkin menjadi perpanjangan tangan bagi para pengguna agar selalu bisa mendapatkan akses yang mudah untuk memenuhi kebutuhan esensial mereka. (Baca juga: Dua Sekolah di Solo Gelar Simulasi Sekolah Tatap Muka)

Hal senada disampaikan CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin. Menurutnya, pada masa pandemi, Bukalapak masih terus membuka proses perekrutan karyawan baru yang dibutuhkan guna menyelaraskan bisnis perusahaan.

Hal ini untuk merespons kenaikan kinerja Bukalapak yang mencatatkan pertumbuhan total processing value (TPV) secara signifikan dari kuartal I/2018 hingga kuartal II/2020, sebanyak hampir 400%. Capaian ini didominasi oleh transaksi dan pertumbuhan market share yang tetap stabil walau masa pandemi.

Dari sisi pengembangan usaha kecil dan menengah (UMKM), kenaikan juga terjadi pada jumlah pelaku usaha yang bergabung menjadi Pelapak dan Mitra Bukalapak yakni mencapai lebih dari 3 juta dalam tujuh bulan pertama tahun ini.

“Selama masa pandemi, pertumbuhan rata-rata produk virtual di Bukalapak mencapai lebih dari 60% dibandingkan sebelum masa pandemi,” katanya. Penuh Pertimbangan

Peneliti bidang ekonomi dari The Indonesian Institute (TII) M Rifki Fadilah mengatakan, kemampuan e-commerce dan perusahaan jasa layanan pengiriman pada masa pandemi di Tanah Air berbeda-beda terkait respons mereka dalam merekrut tenaga kerja pada masa pandemi.

"Pihak perusahaan e-commerce pasti memperhitungkan cost of labour dan lain-lain sehingga bisa jadi mereka menahan untuk tidak rekrut karyawan terlebih dahulu," kata Rifki. (Baca juga: Waspadai Tanda-tanda Awal Kanker Prostat Berikut Ini)

Perusahaan, kata dia, akan melihat ekspektasi dari ekonomi saat ini. Terlebih, perusahaan yang berorientasi ekspor-impor mereka sedang berada di posisi wait and see terhadap pergerakan ekonomi global.

Rifki memandang, ada beberapa alasan mengapa korporasi menahan untuk tidak merekrut karyawan. Pertama, karena daya beli sedang menurun yang terlihat dari laju inflasi yang rendah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pendaftaran Pelatihan...
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 2 Masih Terbuka, Ada Pilihan 24 Kejuruan
Sederet Tantangan Generasi...
Sederet Tantangan Generasi Muda Masuk Dunia Kerja, Apa Saja?
Purbaya Ungkap Alasan...
Purbaya Ungkap Alasan di Balik Pajak Pedagang Online: Bukan Hanya demi Pendapatan Negara
Transaksi Meningkat,...
Transaksi Meningkat, Ramadan Momentum Tumbuhnya Bisnis Jualan Online
Perkuat Pemagangan Luar...
Perkuat Pemagangan Luar Negeri, Menaker Ungkap 3 Fokus Utamanya
Yili Komitmen Ciptakan...
Yili Komitmen Ciptakan Lingkungan Kerja Produktif dan Berdayakan SDM Unggul Berkelanjutan
Wamen PU Apresiasi Upaya...
Wamen PU Apresiasi Upaya Astra Ciptakan Lingkungan Kerja Inklusif
Siapkan SDM Unggul,...
Siapkan SDM Unggul, BCA Berbagi Ilmu Gelar Kuliah Umum di Telkom University
Perkuat Kesiapan Kerja,...
Perkuat Kesiapan Kerja, SGU Jalin Kolaborasi dengan Industri Media
Rekomendasi
Film Menjadi Medium...
Film Menjadi Medium Inklusi, Empati, dan Ruang Kolaborasi bagi Anak Muda Indonesia
Kim Ji Yeon dan Park...
Kim Ji Yeon dan Park Seo Ham Adu Akting dalam Drama Fantasi Romantis Baru: Dive Into You
WhatsApp Menguji Fungsi...
WhatsApp Menguji Fungsi Fitur Lihat Sekali untuk Pesan
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
Infografis
5 Tips Packing Mudik...
5 Tips Packing Mudik Agar Koper Tak Kelebihan Muatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved