Memanfaatkan Peluang Resesi, Apa Bisa?

Selasa, 13 Oktober 2020 - 10:12 WIB
loading...
A A A
“Di sinilah kalau kita ingin reformasi sektor perpajakan kita, kontribusi sektoral harus dipelajari, pertimbangkan, apakah fair, adakah sesuatu yang harus diubah. Ini jadi bagian dari kebijakan reform perpajakan ke depan,” tukasnya. (Baca juga: PSBB Diperpanjang, Sekolah di Jakarta Belum Bisa Terapkan Tatap Muka)

Dihubungi terpisah, pengamat ekonomi Bhima Yudhistira menilai sangat sulit untuk memanfaatkan resesi sebagai peluang. Menurut dia, hal tersebut merupakan optimisme yang tidak berdasar. "Bagaimana mau memanfaatkan resesi, jelas resesi adalah tekanan terhadap ekonomi khususnya di sektor UMKM," katanya.

Dia mengungkapkan, pada 1998 dan 2008, UMKM bisa menjadi penyelamat ekonomi. Sementara pada 2020, kondisi UMKM juga mendapatkan tekanan dari penurunan daya beli. Jadi, pemerintah harus memiliki empati dengan memperbesar stimulus untuk UMKM, misalnya pada 2021.

Apalagi berdasarkan data yang ada, lanjut Bhima, 87% UMKM belum tersambung ke dalam ekosistem digital. Hal ini tentu jadi tugas pemerintah untuk memastikan sektor usaha yang paling kecil, jangan tertinggal dari booming ekonomi digital. "No one left behind harusnya bukan sekadar slogan," tegas dia.

Kepala Ekonom TanamDuit Ferry Latuhihin mengatakan, di tengah kondisi saat ini, risiko resesi memang tidak terhindarkan. Namun yang terpenting adalah masyarakat masih punya daya beli. “Setidaknya dari bantuan langsung pemerintah,” katanya. (Baca juga: Tips Aman ke Dokter Gigi Selama Covid-19)

Resesi saat ini, dijelaskannya, bukan disebabkan oleh business cycle atau boom & bust cycle yang secara berkala dapat terjadi karena misalnya over-leveraged atau tingginya debt to equity ratio atau karena tingginya inflasi, sehingga mengharuskan bank sentral injak rem dengan suku bunga tinggi, lalu ekonomi terjungkal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
1.500 Buruh Bakal Geruduk...
1.500 Buruh Bakal Geruduk Kemenkeu Desak Penghapusan Pajak JHT, Ini 4 Tuntutan Utama
Kemenkeu Bidik Raup...
Kemenkeu Bidik Raup Rp32 Triliun lewat Lelang Surat Utang Negara
Purbaya Minta DJPb Monitor...
Purbaya Minta DJPb Monitor 3 Program Prioritas Termasuk MBG
Purbaya Dijadwalkan...
Purbaya Dijadwalkan Uji Coba Perbaikan Coretax Pekan Depan
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
Pesta Elite, Resesi...
Pesta Elite, Resesi Sulit
Redenominasi: Sinyal...
Redenominasi: Sinyal Kebijakan atau Sekadar Kosmetik Moneter?
Rekomendasi
Iran Dituding Minta...
Iran Dituding Minta Jeda Serangan saat Pemakaman Khamenei, Trump: Kita Serang Lagi pada Rabu Malam
Sekjen Demokrat Buka...
Sekjen Demokrat Buka Suara soal Isu Capres Minimal Diusung 3 Partai: Belum Pernah Dibahas
Kunci Konvensional Mulai...
Kunci Konvensional Mulai Ditinggalkan, Eazy Lock E1 dan Premium Lock L1 Jadi Standar Baru Keamanan Rumah
Berita Terkini
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved