Di Inggris, Erick Thohir Sebut Kualitas Bio Farma Diakui Dunia
Rabu, 14 Oktober 2020 - 21:53 WIB
loading...
Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bersama Erick Thohir melakukan serangkaian pertemuan bilateral dan bisnis dengan pemerintah dan organisasi di Inggris , Rabu (14/10/2020). Perwakilan Pemerintah Indonesia berjumpa dengan Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab maupun otoritas yang terlibat dalam Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI).
Retno menyebut, langkah pertemuan dengan Menlu Inggris sebagai bagian dalam memperkuat kerja sama kedua negara di level bilateral maupun multilateral. Menurutnya di tengah dunia yang menghadapi pandemi Covid-19 kerja sama antarnegara mesti diperkuat.
Senada dengan Menlu, Menteri BUMN Erick Thohir menilai hasil pertemuan dengan pemerintah Inggris sangat positif dalam kerangka usaha pemulihan kesehatan dan ekonomi pasca Covid-19. ( Baca juga:Tiga Bank Syariah BUMN Siap Dimerger, Namanya Jadi Bank Amanah? )
Inggris dan Indonesia, kata Erick, sepakat bahwa kerja sama global adalah kunci sukses dalam melewati pandemi. "Seperti disampaikan Ibu Menlu tadi, bahwa semangat kerja sama penting untuk terus diperkuat di tengah tantangan besar yang dihadapi negara dunia, terutama di masa pandemi ini," ujar Erick, Rabu (14/10/2020).
Retno menyebut, langkah pertemuan dengan Menlu Inggris sebagai bagian dalam memperkuat kerja sama kedua negara di level bilateral maupun multilateral. Menurutnya di tengah dunia yang menghadapi pandemi Covid-19 kerja sama antarnegara mesti diperkuat.
Senada dengan Menlu, Menteri BUMN Erick Thohir menilai hasil pertemuan dengan pemerintah Inggris sangat positif dalam kerangka usaha pemulihan kesehatan dan ekonomi pasca Covid-19. ( Baca juga:Tiga Bank Syariah BUMN Siap Dimerger, Namanya Jadi Bank Amanah? )
Inggris dan Indonesia, kata Erick, sepakat bahwa kerja sama global adalah kunci sukses dalam melewati pandemi. "Seperti disampaikan Ibu Menlu tadi, bahwa semangat kerja sama penting untuk terus diperkuat di tengah tantangan besar yang dihadapi negara dunia, terutama di masa pandemi ini," ujar Erick, Rabu (14/10/2020).
Lihat Juga :