Pertamina Tetap Beroperasi Saat Pandemi Menjaga Gerak Roda Ekonomi
Rabu, 06 Mei 2020 - 22:44 WIB
loading...
Tetap beroperasinya PT. Pertamina (Persero) saat pandemi corona atau Covid-19, menurut Anggota Komisi VII DPR Harry Poernomo sebagai bentuk perannya dalam menjaga gerak roda ekonomi nasional. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Tetap beroperasinya PT. Pertamina (Persero) saat pandemi corona atau Covid-19, menurut Anggota Komisi VII DPR Harry Poernomo sebagai bentuk perannya dalam menjaga gerak roda ekonomi nasional. Menurutnya Pertamina memang terdampak dengan anjloknya harga minyak dunia, sebab 80% keuntungan tahunan diperoleh dari sektor hulu dan sisanya sektor hilir.
"Sebenarnya, anjoknya harga minyak dunia juga memukul Pertamina, terutama di sektor hulu. Namun Pertamina tetap menjaga operasionalnya sehingga bisa menjaga gerak roda ekonomi nasional," kata Harry di Jakarta, Rabu (6/5/2020).
Namun lanjutnya saat terkena dampak, Pertamina justru memilih untuk mempertahankan operasional hulu dan menjaga produksi kilang. Selain itu juga tidak memilih membeli minyak impor keseluruhan tetapi tetap menyerap minyak dari KKKS di dalam negeri meski dengan harga lebih tinggi.
"Ini karena Pertamina mengemban fungsi ganda. Satu sisi komersial dan sisi lain adalah program pemerintah atau penugasan. Dan ini pula yang membedakan Pertamina dengan perusahaan komersial lain," kata Harry.
Terang dia kalau saja Pertamina memilih menutup kilang, melakukan impor keseluruhan, menutup sumur migas dan tidak membeli minyak mentah dari KKKS dalam negeri, dampaknya akan luar biasa. Selain pendapatan Pemerintah berkurang dari sektor pajak, juga berdampak terhadap KKKS itu sendiri, yang akibatnya bisa terjadi PHK besar-besaran terhadap karyawan KKKS.
"Sebenarnya, anjoknya harga minyak dunia juga memukul Pertamina, terutama di sektor hulu. Namun Pertamina tetap menjaga operasionalnya sehingga bisa menjaga gerak roda ekonomi nasional," kata Harry di Jakarta, Rabu (6/5/2020).
Namun lanjutnya saat terkena dampak, Pertamina justru memilih untuk mempertahankan operasional hulu dan menjaga produksi kilang. Selain itu juga tidak memilih membeli minyak impor keseluruhan tetapi tetap menyerap minyak dari KKKS di dalam negeri meski dengan harga lebih tinggi.
"Ini karena Pertamina mengemban fungsi ganda. Satu sisi komersial dan sisi lain adalah program pemerintah atau penugasan. Dan ini pula yang membedakan Pertamina dengan perusahaan komersial lain," kata Harry.
Terang dia kalau saja Pertamina memilih menutup kilang, melakukan impor keseluruhan, menutup sumur migas dan tidak membeli minyak mentah dari KKKS dalam negeri, dampaknya akan luar biasa. Selain pendapatan Pemerintah berkurang dari sektor pajak, juga berdampak terhadap KKKS itu sendiri, yang akibatnya bisa terjadi PHK besar-besaran terhadap karyawan KKKS.
Lihat Juga :