3 BUMN Berkolaborasi, RI Bakal Jadi Produsen Baterai Mobil Listrik
Sabtu, 17 Oktober 2020 - 09:35 WIB
loading...
A
A
A
Dia melanjutkan, Indonesia selama ini dikenal sebagai produsen dan eksportir nikel terbesar dunia yang menguasai 27% kebutuhan pasar global. Padahal, nikel merupakan bahan baku utama baterai mobil listrik. (Baca juga: Kemendikbud akan Kembangkan SMK untuk Bangun Desa)
Oleh karena itu, Kementerian BUMN mengeluarkan kebijakan untuk melakukan inovasi model bisnis dalam industri ini dan meningkatkan nilai rantai pasokan nikel yang berlimpah ini. Tujuannya, yaitu tak lain untuk memanfaatkan keuntungan sekaligus membangun industri baterai lithium di dalam negeri.
Potensi nikel di dalam negeri, terutama yang dikelola BUMN akan semakin meningkat setelah selesainya transaksi pembelian 20% saham divestasi PT Vale Indonesia Tbk (INCO) oleh Holding BUMN Pertambangan Mining Industri Indonesia (MIND ID) atau Inalum.
VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, Pertamina nantinya fokus pada pada tahapan-tahapan produksi baterai. Dari pengembangan manufacturing plant, mengintegrasikan komponen sel di dalam baterai hingga merakitnya ke dalam modul atau pack yang sesuai dengan peruntukan. Pertamina juga akan bertugas sebagai pihak yang mendaur ulang (recycle) baterai. (Lihat videonya: Pernyataan Bank Dunia Mengenai Undang-Undang Cipta Kerja)
“Nantinya Pertamina akan masuk ke dalam bagian holding company tersebut dan juga dalam JV yang fokus di masing-masing proses bisnis terkait,” ujar Fajriyah saat dihubungi, Jakarta, kemarin. (Suparjo Ramalan)
Oleh karena itu, Kementerian BUMN mengeluarkan kebijakan untuk melakukan inovasi model bisnis dalam industri ini dan meningkatkan nilai rantai pasokan nikel yang berlimpah ini. Tujuannya, yaitu tak lain untuk memanfaatkan keuntungan sekaligus membangun industri baterai lithium di dalam negeri.
Potensi nikel di dalam negeri, terutama yang dikelola BUMN akan semakin meningkat setelah selesainya transaksi pembelian 20% saham divestasi PT Vale Indonesia Tbk (INCO) oleh Holding BUMN Pertambangan Mining Industri Indonesia (MIND ID) atau Inalum.
VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, Pertamina nantinya fokus pada pada tahapan-tahapan produksi baterai. Dari pengembangan manufacturing plant, mengintegrasikan komponen sel di dalam baterai hingga merakitnya ke dalam modul atau pack yang sesuai dengan peruntukan. Pertamina juga akan bertugas sebagai pihak yang mendaur ulang (recycle) baterai. (Lihat videonya: Pernyataan Bank Dunia Mengenai Undang-Undang Cipta Kerja)
“Nantinya Pertamina akan masuk ke dalam bagian holding company tersebut dan juga dalam JV yang fokus di masing-masing proses bisnis terkait,” ujar Fajriyah saat dihubungi, Jakarta, kemarin. (Suparjo Ramalan)
(ysw)
Lihat Juga :