Pengusaha Mal: Perlakuan Terhadap Ritel Online Seperti Anak Emas
Sabtu, 17 Oktober 2020 - 10:25 WIB
loading...
A
A
A
Dia menjelaskan, tidak adanya aturan yang setara atau level playing field antara daring dan luring menjadi sangat merugikan bagi peritel luring. Dan akhirnya, sistem ini yang membuat banyak gerai ritel terpaksa tutup.
"Masalahnya yakni adalah perlakuan terhadap online yang memang betul-betul seperti anak emas. Dan offline ini anak tiri. Hal ini yang menurut saya membahayakan," ungkap dia. ( Baca juga:Pembayaran Klaim Sisa Rp4 T, Pemerintah Masih Lakukan Verifikasi )
Kemudian, lanjut dia, kehadiran ritel daring pada dasarnya tantangan biasa yang harus dihadapi seiring perkembangan zaman. Maka itu pasca-pandemi, ritel luring harus mampu berinovasi agar bisa kembali menggaet pasar yang sempat tergerus.
"Menurut saya tidak perlu dikhawatirkan. Setiap zaman selalu ada tantangan, dan kali ini dengan online, tapi kita bisa cari inovasi untuk hadapi itu," tutur dia.
"Masalahnya yakni adalah perlakuan terhadap online yang memang betul-betul seperti anak emas. Dan offline ini anak tiri. Hal ini yang menurut saya membahayakan," ungkap dia. ( Baca juga:Pembayaran Klaim Sisa Rp4 T, Pemerintah Masih Lakukan Verifikasi )
Kemudian, lanjut dia, kehadiran ritel daring pada dasarnya tantangan biasa yang harus dihadapi seiring perkembangan zaman. Maka itu pasca-pandemi, ritel luring harus mampu berinovasi agar bisa kembali menggaet pasar yang sempat tergerus.
"Menurut saya tidak perlu dikhawatirkan. Setiap zaman selalu ada tantangan, dan kali ini dengan online, tapi kita bisa cari inovasi untuk hadapi itu," tutur dia.
(uka)
Lihat Juga :