Zaman Lagi Susah, Pelaku Industri Kreatif Diminta Bersinergi Tingkatkan Nilai Tambah
Minggu, 18 Oktober 2020 - 13:49 WIB
loading...
A
A
A
"Apalagi di era sekarang yang penuh konten, dimana film, video dan fotografi itu jadi kunci. Di era pemasaran digital, di Instagram, marketplace, semua kan pakai foto, sehingga ini menjadi hal paling penting. Misalnya, memotret satu makanan tapi yang menghasilkan arti tersendiri itu tidak mudah. Foto bisa digunakan sebagai media untuk membuat story telling yang pas. Untuk itu, diperlukan keterampilan teknik pencahayaan, komposisi warna, dan lain-lain," paparnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Aplikasi dan Tata Kelola Ekonomi Digital Kemenparekraf Muhammad Azhar Iskandar Zainal mengatakan, pihaknya memilih platform pembelajaran elektronik jarak jauh (e-learning) dalam menggelar bimtek, selain dikarenakan situasi pandemi, juga karena tuntutan jaman.
"Kita tidak mau ketinggalan gerbong industri 4.0. Data global industry analysis, pasar e-learning di dunia mencapai USD107 miliar tahun 2017 dengan pesertanya 6,7 juta orang," ungkapnya.
(Lihat juga grafis: Menikmati Konser Musik Virtual di Masa Pandemi Covid-19 )
Dia menyebut, perusahaan multinasional seperti IBM juga menyatakan produktivitas karyawannya meningkat dengan e-learning dan bisa menurunkan biaya pembelajaran dan training untuk karyawan mereka.
"Keunggulan e-learning dibanding konvensional salah satunya konsistensi dalam penyampaian materi. Terdapat 60% peningkatan dalam referensi pengetahuan, dalam arti lebih nancep atau lebih mengerti 60% dibanding yang bersifat offline. Selain itu, e-learning bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun," tandasnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Aplikasi dan Tata Kelola Ekonomi Digital Kemenparekraf Muhammad Azhar Iskandar Zainal mengatakan, pihaknya memilih platform pembelajaran elektronik jarak jauh (e-learning) dalam menggelar bimtek, selain dikarenakan situasi pandemi, juga karena tuntutan jaman.
"Kita tidak mau ketinggalan gerbong industri 4.0. Data global industry analysis, pasar e-learning di dunia mencapai USD107 miliar tahun 2017 dengan pesertanya 6,7 juta orang," ungkapnya.
(Lihat juga grafis: Menikmati Konser Musik Virtual di Masa Pandemi Covid-19 )
Dia menyebut, perusahaan multinasional seperti IBM juga menyatakan produktivitas karyawannya meningkat dengan e-learning dan bisa menurunkan biaya pembelajaran dan training untuk karyawan mereka.
"Keunggulan e-learning dibanding konvensional salah satunya konsistensi dalam penyampaian materi. Terdapat 60% peningkatan dalam referensi pengetahuan, dalam arti lebih nancep atau lebih mengerti 60% dibanding yang bersifat offline. Selain itu, e-learning bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun," tandasnya.
(ind)
Lihat Juga :