Redam Gaduh Omnibus Law, Pengusaha Minta Pemerintah Gencar Sosialisasi
Minggu, 18 Oktober 2020 - 19:29 WIB
loading...
A
A
A
Dia menilai, hampir seluruh negara telah melakukan reformasi struktural. Dia mencontohkan Malaysia, yang sudah melakukan reformasi struktural sejak tahun 2010 dan Thailand sejak 2015. Jika Indonesia menunda reformasi ini, maka perkembangan investasi dan penciptaan lapangan kerja Indonesia akan tetap seperti ini. Rosan bilang, saat ini negara-negara besar yang membangun pabriknya di China akan melakukan relokasi. "Jepang bahkan memberikan subsidi untuk (pabrik) keluar dari China, karena mereka nggak mau konsentrasi global value chain mereka di China," kata dia.
Baca Juga: Omnibus Law Dikebut, Mafia Birokrasi Kalang Kabut
Dari beberapa hasil survey, kata dia, perusahaan-perusahaan besar yang pindah dari China akan melihat negara di ASEAN sebagai tujuan relokasi. "Makanya kalau kita nggak melakukan reformasi struktural ini kita akan jadi ketinggalan lagi, itu kenapa Omnibus Law ini menjadi lebih penting, supaya kita bisa memiliki kompetensi untuk meningkatkan investasi, yang ujungnya adalah penciptaan lapangan kerja," ujar Rosan.
Baca Juga: Omnibus Law Dikebut, Mafia Birokrasi Kalang Kabut
Dari beberapa hasil survey, kata dia, perusahaan-perusahaan besar yang pindah dari China akan melihat negara di ASEAN sebagai tujuan relokasi. "Makanya kalau kita nggak melakukan reformasi struktural ini kita akan jadi ketinggalan lagi, itu kenapa Omnibus Law ini menjadi lebih penting, supaya kita bisa memiliki kompetensi untuk meningkatkan investasi, yang ujungnya adalah penciptaan lapangan kerja," ujar Rosan.
(nng)
Lihat Juga :