Tahun Depan Pemerintah Obral Diskon Wisata Rp2,35 Juta/Orang
Senin, 19 Oktober 2020 - 23:05 WIB
loading...
A
A
A
Luhut melanjutkan kemungkinan tahun depan dana stimulus masih tetap berlanjut dengan anggaran mencapai Rp500 triliun. Adapun anggaran tersebut digunakan untuk aktivitas produktif seperti pembuatan real estate, pengembangan budidaya tambak udang, dan sebagainya. Diharapkan hal ini dapat memberikan pemasukan bagi negara dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat. "Kami berharap pada 2021, perekonomian Indonesia akan kembali tumbuh menjadi 4,5% hingga 5%," tandasnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf), Angela Tanoesoedibjo mengatakan, pihaknya akan memberdayakan wisatawan nusantara melalui program diskon pariwisata yang rencananya akan diluncurkan pada 2021 tersebut.
"Diskon pariwisata ini gunanya untuk mendorong paket wisata domestik. Karena di masa pandemi ini, selain faktor kepercayaan masyarakat atas kebersihan destinasi wisata, daya beli masyarakat juga tengah menurun di masa pandemi ini," ucap Angela.
Terkait wisata domestik, Angela juga mengungkapkan rencana jangka menengah dan panjang Kemenparekraf/Baparekraf dalam peningkatan spending wisatawan nusantara. "Karena Indonesia merupakan negara dengan populasi besar, kita memiliki peluang di wisata domestik yang masih bisa dimaksimalkan," jelas Angela.
Berdasarkan laporan Association of The Indonesians Tours and Travel Agencies (Asita) ada 25 kota yang diusulkan untuk masuk ke program diskon tersebut. Sekjen Asita Bahriyansyah mengatakan, 25 kota ini memiliki daya tarik tempat wisata yang indah, juga nilai jual yang besar. Kota-kota tersebut diantaranya Medan untuk lokasi Danau Toba dan Padang untuk wisata Bukit Tinggi.
Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf), Angela Tanoesoedibjo mengatakan, pihaknya akan memberdayakan wisatawan nusantara melalui program diskon pariwisata yang rencananya akan diluncurkan pada 2021 tersebut.
"Diskon pariwisata ini gunanya untuk mendorong paket wisata domestik. Karena di masa pandemi ini, selain faktor kepercayaan masyarakat atas kebersihan destinasi wisata, daya beli masyarakat juga tengah menurun di masa pandemi ini," ucap Angela.
Terkait wisata domestik, Angela juga mengungkapkan rencana jangka menengah dan panjang Kemenparekraf/Baparekraf dalam peningkatan spending wisatawan nusantara. "Karena Indonesia merupakan negara dengan populasi besar, kita memiliki peluang di wisata domestik yang masih bisa dimaksimalkan," jelas Angela.
Berdasarkan laporan Association of The Indonesians Tours and Travel Agencies (Asita) ada 25 kota yang diusulkan untuk masuk ke program diskon tersebut. Sekjen Asita Bahriyansyah mengatakan, 25 kota ini memiliki daya tarik tempat wisata yang indah, juga nilai jual yang besar. Kota-kota tersebut diantaranya Medan untuk lokasi Danau Toba dan Padang untuk wisata Bukit Tinggi.
Lihat Juga :