Neraca Dagang Ngedur Untung Terus, Mendag Agus: Sinyal Bangkitnya Ekonomi
Rabu, 21 Oktober 2020 - 20:29 WIB
loading...
A
A
A
Disisi lain, pada September 2020, nilai total ekspor Indonesia mencapai USD14,0 miliar, tercatat sedikit di atas rata-rata nilai ekspor awal tahun 2020 Januari–Maret yang sebesar USD 13,9 miliar per bulan. Peningkatan kinerja ekspor Indonesia pada September 2020 sebesar 7 persen dibandingkan bulan sebelumnya (MoM) ini didorong adanya kenaikan ekspor migas 17,4 persen MoM maupun nonmigas 6,5 persen MoM. "Ekspor Indonesia menunjukkan tren penguatan setelah mengalami kontraksi terdalam pada Mei 2020 akibat dampak negatif pandemi Covid-19," jelas Mendag Agus.
Baca Juga: Promosikan Produk UKM, Kemendag Gelar Lomba Video Pernak-Pernik Unik
Mendag Agus juga menjelaskan sektor pertanian dan industri berkontribusi terhadap surplus September 2020. Peningkatan ekspor nonmigas bulan September 2020 disebabkan oleh melonjaknya ekspor sektor pertanian dan industri, masing-masing sebesar 20,8 persen dan 7,4 persen MoM. Produk ekspor pertanian yang meningkat pesat pada September 2020 dibandingkan Agustus 2020 adalah sayuran naik 80,3 persen, buah-buahan naik 13,8 persen, serta kopi, teh dan rempah-rempah naik 25,8 persen.
"Produk utama sektor industri yang meningkat pesat di antaranya besi dan baja naik 32,5 persen, kendaraan dan bagiannya naik 28,3 persen, serta lemak dan minyak hewan/nabati naik 13,1 persen," tuturnya.
Baca Juga: Promosikan Produk UKM, Kemendag Gelar Lomba Video Pernak-Pernik Unik
Mendag Agus juga menjelaskan sektor pertanian dan industri berkontribusi terhadap surplus September 2020. Peningkatan ekspor nonmigas bulan September 2020 disebabkan oleh melonjaknya ekspor sektor pertanian dan industri, masing-masing sebesar 20,8 persen dan 7,4 persen MoM. Produk ekspor pertanian yang meningkat pesat pada September 2020 dibandingkan Agustus 2020 adalah sayuran naik 80,3 persen, buah-buahan naik 13,8 persen, serta kopi, teh dan rempah-rempah naik 25,8 persen.
"Produk utama sektor industri yang meningkat pesat di antaranya besi dan baja naik 32,5 persen, kendaraan dan bagiannya naik 28,3 persen, serta lemak dan minyak hewan/nabati naik 13,1 persen," tuturnya.
(nng)
Lihat Juga :