UU Cipta Kerja Dorong Penguatan Investasi Pelayaran di Dalam Negeri

Kamis, 22 Oktober 2020 - 05:31 WIB
loading...
UU Cipta Kerja Dorong...
Ilustrasi kapal pengangkut logistik di Pulau Seribu. Foto/Dok SINDOphoto/Sutikno
A A A
JAKARTA - Kalangan industri pelayaran melalui Indonesian Shipowners’ Association (INSA) dan Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) mengharapkan hadirnya Undang-Undang (UU) Cipta Kerja mampu mendorong penguatan investasi pelayaran di dalam negeri.

Dalam diskusi webinar yang digelar Myshipgo di Jakarta, Ketua Umum INSA Carmelita Hartoto mengatakan, UU Cipta Kerja tak akan mengubah kebijakan asas cabotage pada pelayaran nasional sebagaimana diatur di dalam UU No 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran dan Inpres No 5 Tahun 2005.

“Keberadaan UU Cipta Kerja tentu kita harapkan bisa mendorong investasi dari luar. Namun yang lebih penting menjaga kedaulatan negara juga sangat penting, dan alhamdulillah, asas cabotage tidak berubah. Kami sadar ini hasil kerja keras pemerintah dan DPR untuk menjaga kedaulatan laut kita melalui asas cabotage. Kami, asosiasi, menyambut baik dipertahankannya asas cabotage," ujar Carmelita, Rabu (21/10/2020).

(Baca juga: Izin Ruwet Investasi Macet, Disapu Pakai Omnibus Law )

Menurut dia, menjaga kedaulatan negara melalui asas Cabotage dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir memberikan hasil yang positif. Hal itu berdasarkan data bertambahnya kapal-kapal berbendera Indonesia yang beroperasi di wilayah perairan nasional.

Asas cabotage merupakan kewajiban kegiatan angkutan laut dalam negeri dilakukan oleh perusahaan angkutan laut nasional dengan menggunakan kapal berbendera Indonesia serta diawaki oleh awak kapal (ABK) berkewarganegaraan Indonesia,

Sementara Ketua IPERINDO, Eddy Logam Kurniawan mengatakan, pihaknya menyambut baik lahir UU Cipta Kerja. Di sisi lain, dia melihat keberadaan UU Cipta Kerja harusnya juga dibarengi dengan kemudahan-kemudahan pengusaha dalam mengakses kredit untuk kebutuhan pembuatan kapal di dalam negeri. Menurutnya keterlibatan perbankan pada industri galangan kapal masih sangat rendah. “Selain itu tenor yang pendek dengan bunga yang masih tinggi dirasa masih cukup memberatkan,” ungkapnya.

(Baca juga: Habiskan Dana Rp25,8 Miliar, Kapal Patroli Produksi Dalam Negeri Segera Meluncur )

Di sisi lain, belum kelarnya bea masuk nol persen untuk komponen kapal juga memberikan dampak besar terhadap industri galangan kapal. “Ya praktis masih banyak pengusaha yang lebih tertarik membeli kapal bekas daripada membeli kapal-kapal baru. Kita berharap ada kemudahan di sektor ini terutama peran perbankan,” pungkasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Tertipu, Waspadai Contoh Modus Investasi Ilegal Ini
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Gapasdap Dorong Pemerintah...
Gapasdap Dorong Pemerintah Perhatikan Nasib Angkutan Pelayaran Imbas Kenaikan Dolar AS
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
BP Batam Kawal Investasi...
BP Batam Kawal Investasi 88 Triliun AI Data Centre guna Transformasi Digital
Rekomendasi
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Bos Blueray Cargo Jalani...
Bos Blueray Cargo Jalani Sidang Tuntutan Korupsi Bea Cukai Hari Ini
Piala Dunia 2026: Spanyol...
Piala Dunia 2026: Spanyol Hancurkan Arab Saudi 4-0
Berita Terkini
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Infografis
6 Taman di Jakarta Buka...
6 Taman di Jakarta Buka 24 Jam, Dapat Ciptakan Lapangan Kerja
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved