Indonesia Bersiap Sambut Tren Baru Pariwisata

Kamis, 22 Oktober 2020 - 06:32 WIB
loading...
Indonesia Bersiap Sambut...
Penari Rejang di Bali ikut menerapkan protokol kesehatan selama pandemi corona. Foto/Antara
A A A
JAKARTA - Indonesia menyiapkan diri menyambut tren wisata baru . Berbagai langkah diperlukan untuk menangkap peluang di sektor tersebut pascapandemi Covid-19. Pemerintah yakin sanggup bersaing dengan negara lain untuk meraih sebanyak-banyaknya wisatawan.



Prediksi tren wisata baru dan langkah apa yang perlu diambil disampaikan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenkraf) Angela Herliani Tanoesoedibjo. Tren wisata baru dimaksud akan ditandai dengan peningkatan kepedulian wisatawan terhadap isu kesehatan, kebersihan, keamanan, dan kelestarian lingkungan. (Baca: Ini Pahala dan Keutamaan Menjaga Pandangan Mata)

”Ini juga akan menimbulkan shifting preferensi produk pariwisata serta destinasi pariwisata, terutama oleh turis dengan jarak tempuh jauh,’’ ujar Angela saat webinar di Jakarta kemarin.

Dalam pandangannya, pascapandemi Covid-19 ini diperlukan antisipasi kompetisi dari semua negara yang bertumpu pada sektor pariwisata. Negara-negara akan berlomba untuk berebut turis masuk ke negara masing-masing dengan berbagai inisiatif dan program. "Dan di saat bersamaan akan menahan warganya untuk tetap mengonsumsi produk pariwisata di dalam negeri masing-masing," ungkap Angela.

Kendati tidak mudah menghadapi persaingan, Angela meyakini Indonesia bisa menangkap peluang karena masih banyak potensi pasar yang belum tergarap dan masih terkonsentrasinya wisatawan pada beberapa destinasi di Indonesia. "Sehingga pencapaian sebetulnya masih bisa dimaksimalkan lebih lagi, terutama potensi aset pariwisata yang kita miliki," ujarnya. (Baca juga: Masih Pandemi, Evaluasi Siswa Diminta Kembali ke Ujian Sekolah)

Untuk mengantisipasi tren wisata baru inilah, Kemenparekraf/Baparekraf menjalin kerja sama dengan Roland Berger untuk menyusun sebuah kajian strategi dan arah baru pengembangan kepariwisataaan nasional pascapandemi Covid-19.

Pemerintah berharap kajian dapat menghasilkan perencanaan yang matang, komprehensif, terstruktur, dan terukur secara kualitatif maupun kuantitatif, dan dengan dukungan data yang akurat.

Apalagi, saat ini komitmen anggaran untuk pembangunan pariwisata oleh pemerintah sangatlah besar sehingga pembangunan ini harus disertai dengan pendalaman potensi pasar. Dengan demikian, supply pariwisata yang sedang dibangun bisa matching dengan potensi pasar yang ada dan yang akan datang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Industri Hotel Mewah...
Industri Hotel Mewah RI Lampaui Pemulihan Pasar, Bali Perkuat Branded Residence
Libur Lebaran, Serambi...
Libur Lebaran, Serambi MyPertamina Hadir di 19 Titik Jalur Wisata
KPIG Kebut Pengembangan...
KPIG Kebut Pengembangan Lido City, Proyek Pariwisata Terpadu Siap Jadi Mesin Pertumbuhan
Pelatihan Gig Economy...
Pelatihan Gig Economy dan AI Challenge Diluncurkan, Kementerian Ekraf Harap Buka Lapangan Kerja untuk Gen Z
Jasaraharja Putera Dorong...
Jasaraharja Putera Dorong Penguatan Manajemen Risiko Pariwisata lewat FGD Pilot Project 2026
Siap-siap! Harga Tiket...
Siap-siap! Harga Tiket Pesawat, Kereta, hingga Kapal Lebih Murah Saat Nataru 2025/2026
Meruorah Labuan Bajo...
Meruorah Labuan Bajo Siap Naik Kelas Lewat Sinergi Baru
Kemenpar Siapkan Sistem...
Kemenpar Siapkan Sistem API untuk Saring Hotel dan Vila Ilegal di OTA
Caketum HIPMI Reynaldo:...
Caketum HIPMI Reynaldo: Pariwisata Penggerak Ekonomi Nasional
Rekomendasi
Mobil Listrik Luce Picu...
Mobil Listrik Luce Picu Kontroversi, Ferrari Dijatuhkan Denda
Argentina Gusur Spanyol...
Argentina Gusur Spanyol di Puncak Ranking FIFA, Indonesia Meroket 4 Tingkat
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved