Indonesia Bersiap Sambut Tren Baru Pariwisata
Kamis, 22 Oktober 2020 - 06:32 WIB
loading...
A
A
A
Langkah strategis memang perlu dilakukan karena pandemi telah mendorong pariwisata dunia ke titik nol, termasuk Indonesia. Padahal, bagi Indonesia sektor pariwisata merupakan salah satu sektor tulang punggung perekonomian Indonesia.
Pada 2019, misalnya, sektor pariwisata menyumbang devisa sebesar Rp280 triliun dengan jumlah wisatawan mancanegara sebesar 16.11 juta wisatawan dan tercatat ada 282.93 juta perjalanan wisatawan nusantara dengan total pengeluaran perjalanan sebesar Rp307.35 triliun.
Secara total pariwisata Indonesia berkontribusi sekitar USD63.6 miliar atau setara 6% dari PDB. Pariwisata juga telah menyerap lebih dari 12.6 juta tenaga kerja atau setara dengan 10% dari jumlah tenaga kerja di Indonesia.
Namun, apa yang diraih Indonesia masih kalah telak dibanding negara lain. Di lingkup ASEAN, misalnya, pada 2019 kedatangan 133.1 juta turis, di mana Indonesia berada di posisi kelima setelah Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Singapura.
Kondisi ini ironis mengingat aset sektor pariwisata Indonesia sangat beragam dan luar biasa, mulai dari flora dan fauna, kekayaaan alam, serta keramahan masyarakat. Belum lagi banyak destinasi wisata di negeri ini meraih berbagai penghargaan dunia sebagai destinasi paling baik, terfavorit, bahkan terindah.
Masih dalam upaya memacu sektor wisata, pemerintah sebelumnya juga telah menggelontorkan dana hibah ke sejumlah daerah. Menparekraf Wishnutama Kusubandio menyebut hibah tersebut digunakan untuk meningkatkan penerapan protokol kesehatan di destinasi wisata dan meningkatkan rasa aman bagi wisatawan sekaligus membantu industri pariwisata bertahan di tengah pandemi. (Lihat videonya: Diduga Depresi, Anggota Polisi Tewas Tembak Dada Sendiri)
Sebagai informasi, dana hibah yang dialokasikan sebesar Rp3,3 triliun. Dana hibah pariwisata melalui Kementerian Keuangan tersebut merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Hibah diberikan karena pandemi membuat banyak tempat wisata yang terpaksa tutup atau membatasi kegiatannya. (Kunthi Fahmar Sandy)
Pada 2019, misalnya, sektor pariwisata menyumbang devisa sebesar Rp280 triliun dengan jumlah wisatawan mancanegara sebesar 16.11 juta wisatawan dan tercatat ada 282.93 juta perjalanan wisatawan nusantara dengan total pengeluaran perjalanan sebesar Rp307.35 triliun.
Secara total pariwisata Indonesia berkontribusi sekitar USD63.6 miliar atau setara 6% dari PDB. Pariwisata juga telah menyerap lebih dari 12.6 juta tenaga kerja atau setara dengan 10% dari jumlah tenaga kerja di Indonesia.
Namun, apa yang diraih Indonesia masih kalah telak dibanding negara lain. Di lingkup ASEAN, misalnya, pada 2019 kedatangan 133.1 juta turis, di mana Indonesia berada di posisi kelima setelah Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Singapura.
Kondisi ini ironis mengingat aset sektor pariwisata Indonesia sangat beragam dan luar biasa, mulai dari flora dan fauna, kekayaaan alam, serta keramahan masyarakat. Belum lagi banyak destinasi wisata di negeri ini meraih berbagai penghargaan dunia sebagai destinasi paling baik, terfavorit, bahkan terindah.
Masih dalam upaya memacu sektor wisata, pemerintah sebelumnya juga telah menggelontorkan dana hibah ke sejumlah daerah. Menparekraf Wishnutama Kusubandio menyebut hibah tersebut digunakan untuk meningkatkan penerapan protokol kesehatan di destinasi wisata dan meningkatkan rasa aman bagi wisatawan sekaligus membantu industri pariwisata bertahan di tengah pandemi. (Lihat videonya: Diduga Depresi, Anggota Polisi Tewas Tembak Dada Sendiri)
Sebagai informasi, dana hibah yang dialokasikan sebesar Rp3,3 triliun. Dana hibah pariwisata melalui Kementerian Keuangan tersebut merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Hibah diberikan karena pandemi membuat banyak tempat wisata yang terpaksa tutup atau membatasi kegiatannya. (Kunthi Fahmar Sandy)
(ysw)
Lihat Juga :