Utang Luar Negeri Membengkak, Tapi Pengelolaannya Tak Maksimal

Kamis, 22 Oktober 2020 - 13:40 WIB
loading...
Utang Luar Negeri Membengkak,...
Utang luar negeri terus meningkat sementara pengelolaannya dinilai belum maksimal. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Utang luar negeri Indonesia setiap tahun semakin menumpuk. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) , hingga Agustus 2020 utang luar negeri sudah mencapai USD413,4 miliar, atau sekitar Rp6.074 triliun.

Dalam hal ini, pemerintah diminta agar dapat mengelola utang dengan baik. Hal itu diperlukan agar utang yang ada bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

(Baca Juga: Waspada! , Utang Luar Negeri Bengkak Jadi Rp6.100 T Bisa Ganggu Sektor Keuangan)

Ekonom dari Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin menilai pemerintah saat ini sedang berusaha untuk menata utang dengan baik namun belum maksimal. Sebab, banyak program-program pemerintah yang dibiayai utang tersebut saling tumpang tindih.

"Pengelolaan utang kurang maksimal karena utang yang digunakan banyak membiayai program yang tumpang tindih," katanya dalam Market Review IDX Channel, Kamis (22/10/2020).

(Baca Juga: Utang Luar Negeri Indonesia Nomor 7 Terbesar di Dunia) Ia mencontohkan, misalnya saja dalam program kemiskinan dimana dalam hal ini banyak lembaga atau institusi yang memiliki program yang sama.

"Banyak intitusi pemerintah yang memiliki program yang sama untuk menyasar sesuatu yang sama di daerah yang sama. Duplikasi program ini merupakan pemborosan," tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memastikan rasio utang Indonesia masih lebih baik dibandingkan beberapa negara lainnya. Rasio utang Indonesia saat ini sekitar 38,5% dari produk domestik bruto (PDB).

(Baca Juga: Utang Luar Negeri Membengkak, Awas Tekanan Hebat ke Nilai Tukar Rupiah)

Menkeu juga mengingatkan bahwa utang Indonesia masih lebih rendah dibandingkan Jepang, Italia dan Amerika Serikat (AS) yang kenaikannya sudah mencapai 100% terhadap PDB. Utang Indonesia pun diklaim lebih terkendali dibandingkan China yang kenaikanya sudah 60%. Sementara, lanjut dia, Jepang rasio utangnya tembus 266,2% dari PDB, Jerman 73% dari PDB dan Thailand 50,4%.

Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu menekankan tingkat utang publik Indonesia pun tetap terjaga dan rendah. Hal ini seiring adanya pemulihan ekonomi yang sudah terlihat nantinya pada akhir tahun 2020.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.658 Triliun di Kuartal I-2026
Utang Dunia Tembus Rekor...
Utang Dunia Tembus Rekor Gila Rp6.168 Kuadriliun! Investor Mulai Buang AS?
Purbaya Ungkap Administrasi...
Purbaya Ungkap Administrasi di Danantara Hambat Restrukturisasi Utang Whoosh
BP BUMN: KAI Tak Sanggup...
BP BUMN: KAI Tak Sanggup Menanggung Beban Utang Whoosh Sendiri
Rupiah Keok di Rp17.181...
Rupiah Keok di Rp17.181 per Dolar AS, Pengamat Soroti Utang Jatuh Tempo Pemerintah Rp833,96 Triliun
Purbaya Bocorkan Nasib...
Purbaya Bocorkan Nasib Utang Whoosh: Indonesia-China Sama-sama Menderita
Pesan Prabowo di Rapat...
Pesan Prabowo di Rapat Konsolidasi MBG: Jangan Sampai Melakukan Penyimpangan
Gus Lilur Ungkap Kunci...
Gus Lilur Ungkap Kunci MBG Bisa Meroket
Prabowo: Daripada Bangun...
Prabowo: Daripada Bangun Kantor Baru, Lebih Baik Buat Program yang Ciptakan Lapangan Kerja
Rekomendasi
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
Peter Phillips Resmi...
Peter Phillips Resmi Menikah, Absennya Pangeran Harry Jadi Sorotan
Shin Tae-yong Jadi Pelatih...
Shin Tae-yong Jadi Pelatih Baru Persija?
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved