Dianggap Nggak Penting, Jokowi Diminta Bubarkan Kementeriannya Luhut
Kamis, 22 Oktober 2020 - 16:11 WIB
loading...
A
A
A
Di samping itu, duitnya juga bisa untuk memberikan inenstif gaji para pekerja untuk menggenjot konsumsi dalam upaya menghadapi resesi ekonomi. "Kementerian/Lembaga tersebut anggarannya cukup gemuk. Padahal itu padahal bisa dijadikan insentif, bagi pelaku UMKM, dunia usaha dan sektor kesehatan," tandas dia.
Baca Juga: RI Diprediksi Resesi, Luhut: Masih Lebih Baik dari Negara Lain
Dia menilai stimulus pemulihan ekonomi nasional (PEN) menghadapi resesi ekonomi relatif kecil, hanya 4,2 persen dari PDB dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia 20,8 persen dan Singapura 13 persen."Seharusnya stimulus dari pemerintah bisa mencapai 5 - 10 dari PDB paling tidak ada di tengah, yaitu 7 persen," jelasnya.
Baca Juga: RI Diprediksi Resesi, Luhut: Masih Lebih Baik dari Negara Lain
Dia menilai stimulus pemulihan ekonomi nasional (PEN) menghadapi resesi ekonomi relatif kecil, hanya 4,2 persen dari PDB dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia 20,8 persen dan Singapura 13 persen."Seharusnya stimulus dari pemerintah bisa mencapai 5 - 10 dari PDB paling tidak ada di tengah, yaitu 7 persen," jelasnya.
(nng)
Lihat Juga :