MNC Bank dan MNC Media Ajak Generasi Milenial Tekuni Dunia Wirausaha
Jum'at, 23 Oktober 2020 - 18:45 WIB
loading...
A
A
A
Guritno menambahkan, perseroan juga akan mengedukasi terkait cara pengusaha milenial bersikap agar bisa diterima investor dan perbankan. Pasalnya, dalam menjalankan usahanya mereka tetap akan butuh dukungan bank.
Pada kesempatan yang sama, Art Director MNCTV Baskoro Aji memberikan saran kepada pelaku usaha milenial bagaimana membuat produk yang menarik. Langkah awal menurutnya dengan melihat kompetitor penjual produk yang sama dan waktu yang sama.
Dia menyebutkan beberapa tips praktis sebelum melakukan inovasi skala besar untuk mengembangkan bisnisnya. "Misalnya inovasi produk yang sama seperti munculnya ayam geprek. Dari sekedar jualan ayam tapi akhirnya banyak juga restoran yang ikut menjual ayam geprek. Ini artinya meskipun produk sama tapi sampaikan dengan kemasan yang baik karena akan ada respon yang berbeda dari konsumen," tuturnya.
(Baca juga: Utang Luar Negeri Membengkak, Tapi Pengelolaannya Tak Maksimal )
Menurut dia, konsumen rela mengeluarkan uang lebih besar demi pengalaman baru dibandingkan yang biasanya. Seperti ayam goreng tepung pinggir jalan dengan bungkus kertas biasa. Otomatis harganya murah dibandingkan brand besar.
"Namun harga lebih mahal bisa tetap laris karena ada pengalaman beda. Jadi, bagaimana mengemas produk. Ini lebih praktis sebelum melakukan inovasi berat lainnya," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Art Director MNCTV Baskoro Aji memberikan saran kepada pelaku usaha milenial bagaimana membuat produk yang menarik. Langkah awal menurutnya dengan melihat kompetitor penjual produk yang sama dan waktu yang sama.
Dia menyebutkan beberapa tips praktis sebelum melakukan inovasi skala besar untuk mengembangkan bisnisnya. "Misalnya inovasi produk yang sama seperti munculnya ayam geprek. Dari sekedar jualan ayam tapi akhirnya banyak juga restoran yang ikut menjual ayam geprek. Ini artinya meskipun produk sama tapi sampaikan dengan kemasan yang baik karena akan ada respon yang berbeda dari konsumen," tuturnya.
(Baca juga: Utang Luar Negeri Membengkak, Tapi Pengelolaannya Tak Maksimal )
Menurut dia, konsumen rela mengeluarkan uang lebih besar demi pengalaman baru dibandingkan yang biasanya. Seperti ayam goreng tepung pinggir jalan dengan bungkus kertas biasa. Otomatis harganya murah dibandingkan brand besar.
"Namun harga lebih mahal bisa tetap laris karena ada pengalaman beda. Jadi, bagaimana mengemas produk. Ini lebih praktis sebelum melakukan inovasi berat lainnya," ujarnya.
(ind)
Lihat Juga :