Ekonomi China dan Jepang Mulai Pulih, Harga Batu Bara Terkerek 3,2%
Kamis, 01 Oktober 2020 - 14:33 WIB
loading...
Harga Batu Bara Acuan (HBA) bulan Oktober 2020 mengalami kenaikan sebesar 3,2% dibandingkan HBA bulan September 2020. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Harga Batu Bara Acuan (HBA) bulan Oktober 2020 mengalami kenaikan sebesar 3,2% dibandingkan HBA bulan September 2020. Setelah sempat turun pada September menjadi USD49,42 per ton, bulan ini HBA ditetapkan sebesar USD51,00 per ton.
Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan, sinyal positif industri yang mulai bangkit di China dan Jepang mengerek kenaikan HBA Oktober 2020. (Baca Juga: Dekati Perusahaan Amerika, Menteri Erick Ingin Tekan Impor LPG )
"Permintaan batubara dari Tiongkok meningkat karena harga batu bara domestik Tiongkok lebih tinggi daripada harga batu bara impor," ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi di Jakarta, Kamis (1/10/2020)
Agung menambahkan, mulai pulihnya industri baja dan otomotif Jepang ikut meningkatkan permintaan batu bara global. "Naiknya permintaan batu bara di beberapa negara menyebabkan naiknya rata-rata indeks bulanan penyusun HBA, yaitu ICI naik 0,53%, Platt's naik 0,12% GCNC naik 6,29%, dan NEX naik 6,01%," katanya.
Semenjak Covid-19 ditetapkan sebagai pandemi global sepanjang tahun 2020, HBA sempat menguat sebesar 0,28% pada angka USD67,08 per ton di bulan Maret dibanding bulan Februari USD66,89 per ton. Kemudian, HBA terus mengalami pelemahan ke angka USD65,77 per ton di bulan April dan USD61,11 per ton di bulan Mei.
Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan, sinyal positif industri yang mulai bangkit di China dan Jepang mengerek kenaikan HBA Oktober 2020. (Baca Juga: Dekati Perusahaan Amerika, Menteri Erick Ingin Tekan Impor LPG )
"Permintaan batubara dari Tiongkok meningkat karena harga batu bara domestik Tiongkok lebih tinggi daripada harga batu bara impor," ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi di Jakarta, Kamis (1/10/2020)
Agung menambahkan, mulai pulihnya industri baja dan otomotif Jepang ikut meningkatkan permintaan batu bara global. "Naiknya permintaan batu bara di beberapa negara menyebabkan naiknya rata-rata indeks bulanan penyusun HBA, yaitu ICI naik 0,53%, Platt's naik 0,12% GCNC naik 6,29%, dan NEX naik 6,01%," katanya.
Semenjak Covid-19 ditetapkan sebagai pandemi global sepanjang tahun 2020, HBA sempat menguat sebesar 0,28% pada angka USD67,08 per ton di bulan Maret dibanding bulan Februari USD66,89 per ton. Kemudian, HBA terus mengalami pelemahan ke angka USD65,77 per ton di bulan April dan USD61,11 per ton di bulan Mei.
Lihat Juga :