Capai 34 Persen, Kontribusi Investasi Terhadap PDB Relatif Besar

Jum'at, 23 Oktober 2020 - 22:34 WIB
loading...
Capai 34 Persen, Kontribusi...
Ekonom senior Indef, Faisal Basri. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Ekonom Senior Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri memuji era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kemudahan berusaha.

Ketika Jokowi dilantik pada periode pertama, kemudahan berusaha Indonesia berada di nomer 120 dunia, namun setelah memimpin posisi itu dapat diperbaiki.

(Baca juga: UMKM Bisa Lenyap Tertekan Pengusaha Besar, Stafsus Presiden Desak KPPU Awasi )

"Selama kepemimpinan Jokowi telah banyak untuk membereskan itu, dengan adanya paket-paket kebijakan Indonesia berhasil naik ke peringkat 73," katanya saat diskusi virtual, Jumat (23/10/2020).

Namun, dia menyayangkan bahwa adanya Undang-Undang (UU) Cipta Kerja tidak relevan dengan kondisi yang terjadi. Menurut Faisal, investasi di Indonesia saat ini terbilang relatif sudah besar meski tanpa UU Cipta Kerja.

(Baca juga: Jadi Pembicara Kunci Manager Forum MNC Group, Menaker: UU Ciptaker untuk Menyejahterakan Rakyat )

"Investasi di Indonesia relatif besar sumbangannya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), yaitu 34%. Terbesar sepanjang sejarah," jelasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Periode Penting dalam Investasi Waran Terstruktur
Blok Masela Ditargetkan...
Blok Masela Ditargetkan Produksi 2029, Alokasi Gas Domestik Capai 60%
Investasi Rp1.010 Triliun...
Investasi Rp1.010 Triliun Mengalir ke RI Sepanjang 6 Bulan Pertama 2026, Cek Peta Penyebarannya
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan Groundbreaking Proyek Masela Senilai Rp375 Triliun Hari Ini
MNC Sekuritas dan MNC...
MNC Sekuritas dan MNC Asset Bahas Strategi Cerdas Investasi Lewat IG Live Sore Ini
Tips MotionTrade: Strategi...
Tips MotionTrade: Strategi Buy on Weakness & Buy on Breakout Sesuai Kondisi Pasar
Perusahaan Tiongkok...
Perusahaan Tiongkok Perkuat SDM Jaga Investasi di Indonesia
Prabowo Sindir Tamu...
Prabowo Sindir Tamu Tak Tahu Diri: Katanya Mau Dagang, Lama-lama Ngerampok
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
Rekomendasi
Militer AS Tutupi Jumlah...
Militer AS Tutupi Jumlah Korban Luka dan Tewas, Malu karena Kalah Perang Iran?
Asbabun Nuzul 2 Ayat...
Asbabun Nuzul 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Kisah Turunnya Ayat yang Menenangkan Para Sahabat
Komisi I DPR Setujui...
Komisi I DPR Setujui Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi, Nurul Arifin: Perkuat Pertahanan dan Tingkatkan Daya Gentar
Berita Terkini
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
IHSG Masih Perkasa,...
IHSG Masih Perkasa, Hari Ini Dibuka Menanjak Naik 0,67% ke level 6.273.
Bappenas Petakan Kekayaan...
Bappenas Petakan Kekayaan Hayati Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjuran
Kilau Emas Meredup,...
Kilau Emas Meredup, Turun 9 Ribu Sentuh Level Rp2.601.000/Gram
Tabungan Kelas Menengah...
Tabungan Kelas Menengah Melambat, LPS Menyoroti Anomali Melejitnya Simpanan di Atas Rp5 Miliar
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Momen Besar yang Guncang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved