Ternyata Oh Ternyata, Ini Biang Kerok Penyaluran Dana PEN di BPD Belum Maksimal
Minggu, 25 Oktober 2020 - 20:28 WIB
loading...
A
A
A
(Baca Juga: Waktunya Sempit, Titipan Uang Pemerintah ke BPD Baru Disalurkan Rp1,58 Triliun )
Namun dia tidak memungkiri adanya beberapa kendala penyaluran kredit BPD kepada masyarakat. Di antaranya masih adanya keraguan bagi BPD untuk menyalurkan pembiayaan kredit atas dana PEN.
“Melihat situasi dan kondisi masyarakat yang terpengaruh sangat signifikan akibat kondisi covid-19. Bank atau BPD, berupaya melakukan mitigasi risiko secara ketat sehingga dikesankan seakan akan ada hambatan di dalam penyalurannya,” tuturnya.
Lalu kendala lain adalah target-target portofolio kredit yang akan dibiayai berubah ubah dari waktu ke waktu. Ini dinilai karena kembali ke risk appetite akibat covid-19 yang penuh ketidakpastian.
“Masih adanya kekhawatiran bagi bank atau BPD apabila penyaluran dilakukan secara ekspansi, akibatnya akan timbul NPL-NPL (non performing loan) baru yang signifikan atau relapse account akibat tidak terjaga kualitas kredit dan hanya mengandalkan informasi-informasi sesaat yang harus dikonfirmasi kembali,” tuturnya.
Namun dia tidak memungkiri adanya beberapa kendala penyaluran kredit BPD kepada masyarakat. Di antaranya masih adanya keraguan bagi BPD untuk menyalurkan pembiayaan kredit atas dana PEN.
“Melihat situasi dan kondisi masyarakat yang terpengaruh sangat signifikan akibat kondisi covid-19. Bank atau BPD, berupaya melakukan mitigasi risiko secara ketat sehingga dikesankan seakan akan ada hambatan di dalam penyalurannya,” tuturnya.
Lalu kendala lain adalah target-target portofolio kredit yang akan dibiayai berubah ubah dari waktu ke waktu. Ini dinilai karena kembali ke risk appetite akibat covid-19 yang penuh ketidakpastian.
“Masih adanya kekhawatiran bagi bank atau BPD apabila penyaluran dilakukan secara ekspansi, akibatnya akan timbul NPL-NPL (non performing loan) baru yang signifikan atau relapse account akibat tidak terjaga kualitas kredit dan hanya mengandalkan informasi-informasi sesaat yang harus dikonfirmasi kembali,” tuturnya.
(akr)
Lihat Juga :