Animo Tinggi, Jualan ORI018 Tembus Rp12.97 Triliun
Senin, 26 Oktober 2020 - 10:43 WIB
loading...
Penjualan obligasi negara ritel seri ORI018 terus meningkat. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani telah melaksanakan Penetapan Hasil Penjualan Obligasi Negara Ritel seri ORI018 dengan total volume pemesanan pembelian ORI018 yang telah ditetapkan sebesar Rp12,97 triliun. Dana hasil penjualan ORI018 tersebut akan dipergunakan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pembiayaan APBN 2020, termasuk untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional.
"Sebagai instrumen SBN ritel ketiga yang ditawarkan di masa pandemi, ORI018 masih menunjukkan hasil penjualan yang sangat baik. Capaian ini terpenuhi meskipun ORI018 ditawarkan dengan kupon terendah sepanjang sejarah penerbitan SBN ritel dan dengan masa penawaran yang relatif singkat dibandingkan dengan periode penjualan SBN ritel sebelumnya," tulis keterangan DJPR di Jakarta, Senin (26/10/2020).
Baca Juga: Laris Diborong Milenial, Sri Mulyani Genjot Penjualan SBN Ritel
Untuk mengakomodir permintaan masyarakat, Pemerintah bahkan harus menaikkan kuota penjualan pada sistem e-SBN. Sampai dengan penerbitan SBN ritel yang kelima di tahun 2020 ini, pemerintah berhasil menyerap Rp71,37 triliun.
"Animo masyarakat yang tinggi menunjukkan bahwa masyarakat semakin menyadari pentingnya
menjaga kebiasaan berinvestasi walaupun di tengah kondisi ketidakpastian ekonomi. Instrumen yang sudah jelas keamanannya seperti ORI menjadi pilihan masyarakat," jelasnya.
"Sebagai instrumen SBN ritel ketiga yang ditawarkan di masa pandemi, ORI018 masih menunjukkan hasil penjualan yang sangat baik. Capaian ini terpenuhi meskipun ORI018 ditawarkan dengan kupon terendah sepanjang sejarah penerbitan SBN ritel dan dengan masa penawaran yang relatif singkat dibandingkan dengan periode penjualan SBN ritel sebelumnya," tulis keterangan DJPR di Jakarta, Senin (26/10/2020).
Baca Juga: Laris Diborong Milenial, Sri Mulyani Genjot Penjualan SBN Ritel
Untuk mengakomodir permintaan masyarakat, Pemerintah bahkan harus menaikkan kuota penjualan pada sistem e-SBN. Sampai dengan penerbitan SBN ritel yang kelima di tahun 2020 ini, pemerintah berhasil menyerap Rp71,37 triliun.
"Animo masyarakat yang tinggi menunjukkan bahwa masyarakat semakin menyadari pentingnya
menjaga kebiasaan berinvestasi walaupun di tengah kondisi ketidakpastian ekonomi. Instrumen yang sudah jelas keamanannya seperti ORI menjadi pilihan masyarakat," jelasnya.
Lihat Juga :