Apindo Ngeluh, Belum Ada Blue Print Jelas dalam Transisi EBT
Selasa, 27 Oktober 2020 - 15:04 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, lanjut Sammy, pemerintah juga harus memikirkan pergantian pendapatan negara. Sebab, energi fosil baik minyak dan batu bara cukup berkontribusi besar dalam pendapatan negara. "Jangan sampai transisi yang tidak berjalan dengan baik bisa dapat mendistorsi ekonomi secara keseluruhan," tandasnya.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan bahwa penggunaan energi fosil yang semakin besar membuat cadangan sumber energi ini kian tipis. Karena itu, peralihan penggunaan energi fosil menuju EBT merupakan sesuatu yang mutlak dilakukan.
Tanpa penemuan cadangan yang baru, kata Arifin, minyak bumi di Indonesia akan habis dalam sembilan tahun ke depan, gas bumi akan habis 22 tahun lagi, dan batu bara akan habis 65 tahun mendatang.
(Baca Juga: Berat, Target Pemenuhan Bauran EBT Sebesar 23% di 2025)
Pemerintah pun terus mendorong penggunaan EBT untuk memastikan ketersediaan energi di masa mendatang. Oleh karena itu, pada 2025 pemerintah menargetkan bauran energi baru dan terbarukan mencapai 23%.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan bahwa penggunaan energi fosil yang semakin besar membuat cadangan sumber energi ini kian tipis. Karena itu, peralihan penggunaan energi fosil menuju EBT merupakan sesuatu yang mutlak dilakukan.
Tanpa penemuan cadangan yang baru, kata Arifin, minyak bumi di Indonesia akan habis dalam sembilan tahun ke depan, gas bumi akan habis 22 tahun lagi, dan batu bara akan habis 65 tahun mendatang.
(Baca Juga: Berat, Target Pemenuhan Bauran EBT Sebesar 23% di 2025)
Pemerintah pun terus mendorong penggunaan EBT untuk memastikan ketersediaan energi di masa mendatang. Oleh karena itu, pada 2025 pemerintah menargetkan bauran energi baru dan terbarukan mencapai 23%.
(fai)
Lihat Juga :