Penjualan Mark Dynamics Tembus Rp344 Miliar
Selasa, 27 Oktober 2020 - 22:00 WIB
loading...
A
A
A
Dengan meningkatnya permintaan, MARK saat ini sudah mengantongi kontrak senilai USD52 juta untuk pengapalan pada 2021. Kontrak-kontrak tersebut datang tidak hanya dari pelanggan lama yaitu Malaysia, akan tetapi juga dari beberapa produsen sarung tangan di China, Thailand, Vietnam, Afrika Selatan dan Amerika Serikat. "Beberapa kontrak tersebut bahkan sudah kami terima dalam bentuk down payment, hal ini menunjukkan kepercayaan yang tinggi akan kualitas dan kredibilitas kami sebagai produsen cetakan sarung tangan," terangnya.
Baca Juga: Girang Pabriknya Diresmikan Jokowi, Pengusaha Gula Ini Langsung Umroh
Tren permintaan sarung tangan sepuluh tahun terakhir konsisten dengan pertumbuhan CAGR sebesar 10% sampai 12% dan ditengah pandemi Covid-19 telah mengalami peningkatan hingga 30%, sehingga permintaan sarung tangan dunia telah melebihi kapasitas produksi yang tersedia.
Lonjakan permintaan sarung tangan saat pandemik membuat produsen cetakan sarung tangan MARK tidak menunda lama untuk meningkatkan kapasitas produksinya. Kapasitas produksi Perseroan yang semula 700.000 unit per bulan di tahun 2020 tidak mencukupi permintaan cetakan sarung tangan yang begitu agresif, sehingga mulai kuartal III tahun 2020 Perseroan meningkatkan kapasitasnya menjadi 800.000 unit per bulan.
Dengan naiknya permintaan pasar dan guna memenuhi permintaan yang selalu meningkat tersebut, Perseroan pun berupaya untuk meningkatkan kapasitas produksinya dengan membangun pabrik baru kedua di desa Dalu, Tanjung Morawa. MARK akan menambah kapasitas produksi pada Tahun 2021 menjadi sekitar 1,1 juta unit per bulan. Kapasitas produksi bahkan akan ditingkatkan hingga mencapai 1,8 juta unit per bulan pada awal Tahun 2022.
Baca Juga: Girang Pabriknya Diresmikan Jokowi, Pengusaha Gula Ini Langsung Umroh
Tren permintaan sarung tangan sepuluh tahun terakhir konsisten dengan pertumbuhan CAGR sebesar 10% sampai 12% dan ditengah pandemi Covid-19 telah mengalami peningkatan hingga 30%, sehingga permintaan sarung tangan dunia telah melebihi kapasitas produksi yang tersedia.
Lonjakan permintaan sarung tangan saat pandemik membuat produsen cetakan sarung tangan MARK tidak menunda lama untuk meningkatkan kapasitas produksinya. Kapasitas produksi Perseroan yang semula 700.000 unit per bulan di tahun 2020 tidak mencukupi permintaan cetakan sarung tangan yang begitu agresif, sehingga mulai kuartal III tahun 2020 Perseroan meningkatkan kapasitasnya menjadi 800.000 unit per bulan.
Dengan naiknya permintaan pasar dan guna memenuhi permintaan yang selalu meningkat tersebut, Perseroan pun berupaya untuk meningkatkan kapasitas produksinya dengan membangun pabrik baru kedua di desa Dalu, Tanjung Morawa. MARK akan menambah kapasitas produksi pada Tahun 2021 menjadi sekitar 1,1 juta unit per bulan. Kapasitas produksi bahkan akan ditingkatkan hingga mencapai 1,8 juta unit per bulan pada awal Tahun 2022.
(nng)
Lihat Juga :