Ekonomi Kolaboratif Kunci Pemulihan Krisis Akibat Pandemi Covid-19

Selasa, 27 Oktober 2020 - 23:45 WIB
loading...
Ekonomi Kolaboratif...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pemerintah sedang berupaya memulihkan perekonomian dari krisis akibat pandemi Covid-19 . Salah satu contohnya seperti mengeluarkan beragam stimulus yang dimasukkan ke dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) .

Anggota Komisi XI DPR RI Hendrawan Supratikno mengatakan, dirinya mendukung langkah-langkah pemerintah dalam membantu meringankan beban masyarakat dan dunia usaha. Di antaranya, dalam bentuk belanja kesehatan, alokasi dana untuk kementerian/lembaga dan pemerintah daerah. Selain itu, untuk program perlindungan sosial, pembiayaan untuk sektor korporasi, pemberian insentif bagi dunia usaha hingga subsidi dan alokasi dana untuk UMKM. ( Baca juga:Kemendikbud Respons Cepat Tangani Pendidikan di Masa Pandemi )

“Langkah-langkah itu memang perlu ditempuh pemerintah untuk mempertahankan kondisi perekonomian nasional,” kata Hendrawan dalam keterangan tertulis, Selasa (27/10/2020).

Setelah berhasil mempertahankan, langkah berikutnya yang perlu dilakukan adalah memulihkan kondisi perekonomian. Hendrawan mencatat, saat ini banyak negara, termasuk Indonesia, sudah memasuki era Industry 4.0. Perkembangan teknologi itu memicu terjadinya banyak pergeseran dalam dunia bisnis dan munculnya berbagai fenomena baru.

“Misalnya, bisnis ritel terbesar di dunia saat ini justru dimiliki oleh perusahaan-perusahaan yang tidak memiliki gerai, seperti Amazon dan Alibaba. Atau, bisnis perhotelan kini justru dikuasai oleh perusahaan yang tidak memiliki hotel sama sekali, yakni Airbnb. Fenomena semacam ini juga terjadi dalam beberapa bisnis yang lain. Pada fenomena semacam ini, kepemilikan menjadi tidak penting. Justru yang lebih penting adalah pemanfaatannya,” ujarnya.

Sementara itu, Ekonom dari President University Jony Haryanto menyebut model-model ekonomi kolaboratif yang selama ini sudah berkembang di masyarakat harus jadi kunci solusi menangani krisis di tengah pandemi.

Dia menilai, selama pandemi ini memang terjadi pergeseran dalam aktivitas perekonomian, yang mana pelaku usaha dituntut untuk melek teknologi. “Jadi, selama pandemi transaksi dengan menggunakan uang elektronik atau digital banking justru meningkat,” kata Jony.

Fenomena ini, menurut Jony, perlu menjadi pertimbangan dalam mengembangkan model-model bisnis semasa dan pasca-pandemi. Kebijakan moneter yang dilakukan pemerintah dan Bank Indonesia, yakni menahan suku bunga acuan sebesar 4% atau terendah sejak tahun 2016 dan quantitative easing. ( Baca juga:Polisi Tembak Mati Pria Kulit Hitam Bersenjata Pisau, Kerusuhan Pecah di Philadelphia )

“Kebijakan tersebut sangat membantu pemulihan ekonomi nasional,” ujarnya.

Meski begitu, dia menilai ada beberapa catatan yang harus diperhatikan pemerintah agar daya beli terus terdongkrak. Misalnya seperti penyaluran BLT yang belum sepenuhnya lancar.

“Dari sisi bisnis, pandemi juga membuat beberapa pengelola fintech menerapkan praktik-praktik bisnis yang merugikan masyarakat hingga masih adanya praktik-praktik investasi bodong,” kata dia.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Indeks Keyakinan Konsumen...
Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026 Menurun, Ini Penjelasan BI
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Rekomendasi
Lalin di Kawasan Patung...
Lalin di Kawasan Patung Kuda Ramai Lancar Jelang Aksi Massa
Kisah Seru Benci Jadi...
Kisah Seru Benci Jadi Cinta di Microdrama The Scholarship Boy Stole My Heart V+Short
Pakar: Tanpa Bukti Kuat,...
Pakar: Tanpa Bukti Kuat, Penyebutan 26 Nama dalam Dugaan Korupsi MBG Bisa Berujung Pidana
Berita Terkini
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
NHM Raih PROPER Biru...
NHM Raih PROPER Biru KLHK, Tegaskan Komitmen terhadap Pengelolaan Lingkungan yang Taat dan Berkelanjutan
Mau Bebas Iuran Tahunan...
Mau Bebas Iuran Tahunan Seumur Hidup? Yuk, Ajukan Kartu Kredit MNC Bank Sekarang
Menkop: Warga Bisa Jual...
Menkop: Warga Bisa Jual Minyak Jelantah ke Kopdes Merah Putih
JRP Insurance Hadir...
JRP Insurance Hadir di Jakarta Fair 2026, Jamin Perlindungan Asuransi bagi Pengunjung
Ketika Sampah Menjadi...
Ketika Sampah Menjadi Sumber Daya, Strategi Sirkular Lippo Karawaci
Infografis
Akibat Perang, IMF Ramal...
Akibat Perang, IMF Ramal Ekonomi Israel Makin Hancur Tahun Ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved