Pemerintah Pastikan Sistem Keuangan RI Aman Sentosa
Selasa, 27 Oktober 2020 - 22:44 WIB
loading...
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan perekonomian domestik juga secara berangsur-angsur membaik, terutama setelah mengalami tekanan pada triwulan II 2020 sebesar -5,32%. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah memastikan stabilitas sistem keuangan (SSK) pada triwulan III 2020 tetap terjaga sehingga menopang pemulihan ekonomi yang berangsur membaik. Indikator SSK tetap berada pada kondisi normal di tengah masih tingginya ketidakpastian sebagai dampak dari pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
(Baca Juga: Sri Mulyani: Hilal Pemulihan Ekonomi Sudah Terlihat )
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan perekonomian domestik juga secara berangsur-angsur membaik, terutama setelah mengalami tekanan pada triwulan II 2020 sebesar -5,32%, didorong oleh percepatan realisasi stimulus fiskal dan perbaikan ekspor.
"Belanja Pemerintah pada triwulan III 2020 meningkat untuk bantuan sosial dan dukungan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam kerangka program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)," kata Sri Mulyani dalam diskusi virtual, Selasa (27/10/2020).
Kata dia, langkah tersebut mengurangi kontraksi pada konsumsi rumah tangga yang menunjukkan adanya perbaikan. Selain itu, kinerja ekspor menunjukan perbaikan, terutama pada komoditas seperti besi dan baja, pulp dan waste paper, serta tekstil dan produk tekstil (TPT), ditopang berlanjutnya peningkatan permintaan global terutama dari Amerika Serikat dan Tiongkok.
(Baca Juga: Sri Mulyani: Hilal Pemulihan Ekonomi Sudah Terlihat )
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan perekonomian domestik juga secara berangsur-angsur membaik, terutama setelah mengalami tekanan pada triwulan II 2020 sebesar -5,32%, didorong oleh percepatan realisasi stimulus fiskal dan perbaikan ekspor.
"Belanja Pemerintah pada triwulan III 2020 meningkat untuk bantuan sosial dan dukungan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam kerangka program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)," kata Sri Mulyani dalam diskusi virtual, Selasa (27/10/2020).
Kata dia, langkah tersebut mengurangi kontraksi pada konsumsi rumah tangga yang menunjukkan adanya perbaikan. Selain itu, kinerja ekspor menunjukan perbaikan, terutama pada komoditas seperti besi dan baja, pulp dan waste paper, serta tekstil dan produk tekstil (TPT), ditopang berlanjutnya peningkatan permintaan global terutama dari Amerika Serikat dan Tiongkok.
Lihat Juga :