Pusat Perbelanjaan Siap Buka Kembali dengan Protokol Kesehatan
Jum'at, 08 Mei 2020 - 15:39 WIB
loading...
A
A
A
Kemungkinan mal bisa beroperasi normal, sesuai tercantum di fase enam pada akhir Juli/awal Agustus, saat seluruh kegiatan ekonomi sudah dibuka. Harapan dan keinginan APPBI dan Aprindo memang sangat bisa dimengerti. Namun hendaknya mereka tetap mencermati perkembangan covid 19 di tanah air yang masih turun naik. Betul, di Jakarta pada tanggal 3-5 Mei mengalami penurunan, tapi melonjak kembali pada Selasa (5/5 kemarin). Sesuai data darii situscorona.jakarta.go.id, kasus baru pada hari itu tercatat sebanyak 169 kasus. Terakhir Jakarta mengalami lonjakan kasus baru covid 19 tercatat tanggal 16 Aril, ada 223 kasus baru.
Hanya mampu bertahan hingga bulan Juni
Kasus positif covid 19 secara nasional hingga Kamis (7/5)secara kumulatif mencapai12.776 pasien, sementara jumlah pasien meninggal berjumlah 930 orang, dan pasiensembuh mencapai 2.381 orang. Jumlah kasus positif bertambah 338, yang sembuh bertambah 64, dan yang meninggal bertambah 35. Kini penyebaran kasus corona yang sudah ada di 34 provinsi itu berada di 354 kabupaten/kota atau bertambah 4 daerah lagi dibandingkan sebelumnya. Secara ekonomi, dampak wabah virus corona memang sangat mengenaskan. Sebelumnya, Kementerian Ketenagakerjaan mencatat jumlah pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), termasuk yang dirumahkan di tengah pandemi covid-19 sejauh ini mencapai 2,9 juta orang. Dari jumlah itu, 1,7 juta orang yang sudah terdata dan 1,2 juta orang yang masih dalam proses validasi data.
Rinciannya, pekerja formal yang terkena PHK 375.165 orang, pekerja formal yang dirumahkan 1,32 juta orang, pekerja informal yang terdampak sebanyak 314.883 orang. Angka ini tentu saja menambah data yang disampaikan Biro Pusat Statistik (BPS), Selasa (5/5), yang menyampaikan jumlahpenganggurandi Indonesia tembus 6,88 juta orang pada Februari 2020. Jumlah itu bertambah 60 ribu orang dibanding periode yang sama tahun lalu. Realisasi ini juga terjadi sebelum pandemivirus coronadi dalam negeri.
Pandemi covid 19 memang membuat gelombang PHK tak bisa dihindari. Bagaimanapun dana yang dimiliki pengusaha makin lama makin tipis sehingga efisiensi pekerja menjadi jalan terakhir yang harus dilakukan.
Bukan hanya pengusaha yang tergabung di APPBI dan Hippindo yang berteriak hanya mampu bertahan dari badai virus corona selama empat bulan. Jika dihitung mulai dari bulan Maret, mereka hanya mampu survival hingga bulan Juni.
Hanya mampu bertahan hingga bulan Juni
Kasus positif covid 19 secara nasional hingga Kamis (7/5)secara kumulatif mencapai12.776 pasien, sementara jumlah pasien meninggal berjumlah 930 orang, dan pasiensembuh mencapai 2.381 orang. Jumlah kasus positif bertambah 338, yang sembuh bertambah 64, dan yang meninggal bertambah 35. Kini penyebaran kasus corona yang sudah ada di 34 provinsi itu berada di 354 kabupaten/kota atau bertambah 4 daerah lagi dibandingkan sebelumnya. Secara ekonomi, dampak wabah virus corona memang sangat mengenaskan. Sebelumnya, Kementerian Ketenagakerjaan mencatat jumlah pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), termasuk yang dirumahkan di tengah pandemi covid-19 sejauh ini mencapai 2,9 juta orang. Dari jumlah itu, 1,7 juta orang yang sudah terdata dan 1,2 juta orang yang masih dalam proses validasi data.
Rinciannya, pekerja formal yang terkena PHK 375.165 orang, pekerja formal yang dirumahkan 1,32 juta orang, pekerja informal yang terdampak sebanyak 314.883 orang. Angka ini tentu saja menambah data yang disampaikan Biro Pusat Statistik (BPS), Selasa (5/5), yang menyampaikan jumlahpenganggurandi Indonesia tembus 6,88 juta orang pada Februari 2020. Jumlah itu bertambah 60 ribu orang dibanding periode yang sama tahun lalu. Realisasi ini juga terjadi sebelum pandemivirus coronadi dalam negeri.
Pandemi covid 19 memang membuat gelombang PHK tak bisa dihindari. Bagaimanapun dana yang dimiliki pengusaha makin lama makin tipis sehingga efisiensi pekerja menjadi jalan terakhir yang harus dilakukan.
Bukan hanya pengusaha yang tergabung di APPBI dan Hippindo yang berteriak hanya mampu bertahan dari badai virus corona selama empat bulan. Jika dihitung mulai dari bulan Maret, mereka hanya mampu survival hingga bulan Juni.
(rza)
Lihat Juga :