Sinergi Tiga Pilar Perkuat Layanan ke Para Pensiunan PNS
Jum'at, 30 Oktober 2020 - 22:59 WIB
loading...
Badan Kepegawaian Negara (BKN) bersama Taspen dan Bank Mandiri Taspen (Mantap) melakukan rapat koordinasi dalam memperkuat sinergitas terkait layanan kepada purnabhakti Pegawai Negeri Sipil (PNS). Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Badan Kepegawaian Negara (BKN) bersama Taspen dan Bank Mandiri Taspen (Mantap) melakukan rapat koordinasi dalam memperkuat sinergitas terkait layanan kepada purnabhakti Pegawai Negeri Sipil (PNS) . Rapat itu juga sekaligus melakukan evaluasi kinerja tahun 2019 serta memperkuat layanan di tahun 2021.
Rapat koordinasi itu merupakan bentuk sinergi tiga pilar untuk memberikan layanan yang mudah, cepat dan akurat kepada para pensiunan PNS. Rapat tersebut dihadiri oleh Kepala BKN Bima Haria Wibisana, Kepala Kanreg VII BKN Margi Prayitno, Direktur Bank Mantap Iwan Soeroto dan Kepala Cabang Palembang PT Taspen Kartiman Selamet.
(Baca Juga: Pengelolaan Dana Pensiun Didesain Ulang, Ini Area yang Akan Diperbaiki )
Direktur Bank Mantap Iwan Soeroto menuturkan, proses saat ini Bank Mantap selalu memperbaiki kualitas layanan dalam hal perbankan yaitu dari mitra bayar gaji, transaksi melalui E-channel serta platform digital hingga pelatihan-pelatihan wirausaha kepada pensiunan. Sehingga para pensiunan tersebut tetap dapat produktif pada masa pensiun.
“Dalam rapat koordinasi BKN Regional VII yang membawahi wilayah Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Jambi, Provinsi Bangka Belitung dan Provinsi Bengkulu dari pihak Bank Mantap pun kami hadirkan Kepala Cabang dari wilayah-wilayah tersebut sehingga kami langsung dapat mengevaluasi dan memperbaiki terkait kinerja serta kualitas layanan Bank Mantap,” ujar Iwan.
Sekadar diketahui, Bank Mantap adalah bentuk sinergi untuk negeri dari dua BUMN yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Taspen (Persero) yang sebelumnya bernama Bank Sinar Harapan Bali dan secara resmi berganti nama menjadi Bank Mandiri Taspen per tanggal 23 Desember 2017 seiring dengan keluarnya ijin dari Otoritas Jasa Keuangan untuk penggunaan nama baru tersebut.
Sampai dengan akhir bulan September 2020 total aset yang dimiliki Bank Mantap di posisi Rp32,61 Triliun atau tumbuh sekitar 32,1 persen, sedangkan posisi Dana Pihak ke-3 mencapai Rp25,67 Triliun atau tumbuh sampai dengan 36,4%, untuk penyaluran kredit berkisar Rp24,18 Triliun atau meningkat sampai 26,5%.
Rapat koordinasi itu merupakan bentuk sinergi tiga pilar untuk memberikan layanan yang mudah, cepat dan akurat kepada para pensiunan PNS. Rapat tersebut dihadiri oleh Kepala BKN Bima Haria Wibisana, Kepala Kanreg VII BKN Margi Prayitno, Direktur Bank Mantap Iwan Soeroto dan Kepala Cabang Palembang PT Taspen Kartiman Selamet.
(Baca Juga: Pengelolaan Dana Pensiun Didesain Ulang, Ini Area yang Akan Diperbaiki )
Direktur Bank Mantap Iwan Soeroto menuturkan, proses saat ini Bank Mantap selalu memperbaiki kualitas layanan dalam hal perbankan yaitu dari mitra bayar gaji, transaksi melalui E-channel serta platform digital hingga pelatihan-pelatihan wirausaha kepada pensiunan. Sehingga para pensiunan tersebut tetap dapat produktif pada masa pensiun.
“Dalam rapat koordinasi BKN Regional VII yang membawahi wilayah Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Jambi, Provinsi Bangka Belitung dan Provinsi Bengkulu dari pihak Bank Mantap pun kami hadirkan Kepala Cabang dari wilayah-wilayah tersebut sehingga kami langsung dapat mengevaluasi dan memperbaiki terkait kinerja serta kualitas layanan Bank Mantap,” ujar Iwan.
Sekadar diketahui, Bank Mantap adalah bentuk sinergi untuk negeri dari dua BUMN yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Taspen (Persero) yang sebelumnya bernama Bank Sinar Harapan Bali dan secara resmi berganti nama menjadi Bank Mandiri Taspen per tanggal 23 Desember 2017 seiring dengan keluarnya ijin dari Otoritas Jasa Keuangan untuk penggunaan nama baru tersebut.
Sampai dengan akhir bulan September 2020 total aset yang dimiliki Bank Mantap di posisi Rp32,61 Triliun atau tumbuh sekitar 32,1 persen, sedangkan posisi Dana Pihak ke-3 mencapai Rp25,67 Triliun atau tumbuh sampai dengan 36,4%, untuk penyaluran kredit berkisar Rp24,18 Triliun atau meningkat sampai 26,5%.
Lihat Juga :