Ekonomi AS Positif, Kabar Baik untuk Indonesia

Senin, 02 November 2020 - 11:25 WIB
loading...
Ekonomi AS Positif,...
Amerika Serikat (AS) yang mengumumkan pertumbuhan ekonominya meroket hingga 33,1% pada periode Juli-September 2020, menjadi kabar baik juga bagi Indonesia. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Di tengah pandemi Covid-19 yang masih belum mereda, sejumlah negara melaporkan pertumbuhan ekonomi kuartal III/2020 dengan hasil positif. Yang teranyar adalah pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang diumumkan meroket hingga 33,1% pada periode Juli-September 2020.

(Baca Juga: Ekonomi Tahun Depan Diproyeksi Tumbuh 5,5% )

Ini tentu menjadi kabar baik bagi perekonomian Indonesia . Ekonom Indef Bhima Yudistira mengatakan, dengan pertumbuhan ekonomi AS yang positif bisa membuat pemulihan ekonomi Indonesia semakin cepat.

"Dengan pertumbuhan ekonomi AS yang membaik di bandingkan kuartal II ini akan mendorong sisi permintaan di Amerika Serikat meningkat kalau permintaan meningkat itu kesempatan kinerja ekspor lebih baik," kata Bhima saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Senin (2/11/2020).

Menurutnya, penetrasi hubungan ke Amerika serikat akan membuat produksi ekspor Indonesia akan moncer. Hal ini akan membantu ekonomi Indonesia bisa tumbuh positif.

"Ini baik produk konsumen atau good consumer dan produk berkaitan pakaian jadi dan alas kaki. Ini bisa menggairahkan ekonomi Indonesia," bebernya.

(Baca Juga: Airlangga Sebut Ekonomi RI Lebih Tangguh dari China )

Secara teori AS sudah berhasil mengakhiri resesi yang terjadi selama dua kuartal, yakni kuartal I dan II/2020. Mereka kini menatap prospek ke depan yang diharapkan kembali membaik kendati akibat pandemi Covid-19 jumlah orang terpapar korona di negara itu mencapai 9,4 juta orang dengan angka kematian 236.000 orang lebih.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Musk Peringatkan Bahaya...
Musk Peringatkan Bahaya Utang AS, Pajak Miliarder Tak Akan Cukup Hapus Defisit
Ini Daftar Lengkap 60...
Ini Daftar Lengkap 60 Negara Terdampak Tarif Baru AS: Indonesia Kena 10%, Siapa Digetok 12,5%?
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
Rekomendasi
HUT ke-15, AMG Komitmen...
HUT ke-15, AMG Komitmen Jadi Rujukan Pemakaman Muslim Modern di Indonesia
Prabowo, Jokowi, SBY...
Prabowo, Jokowi, SBY Kompak Hadiri Pernikahan Putra Boy Thohir
Penanganan Kasus Febrie...
Penanganan Kasus Febrie Momentum Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih
Berita Terkini
Musk Peringatkan Bahaya...
Musk Peringatkan Bahaya Utang AS, Pajak Miliarder Tak Akan Cukup Hapus Defisit
Bidik Calon Kreditur,...
Bidik Calon Kreditur, CLIK Propensity Score Bantu Bank Ambil Keputusan Akurat
Babinsa Awasi Pajak...
Babinsa Awasi Pajak Bisa Picu Persepsi Negatif, DPR: Jangan Sampai Dianggap Mata-mata
Redam Perang Dagang...
Redam Perang Dagang dengan AS, China Usul Pangkas Tarif Rp535 triliun
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi...
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi Naik Tahun Ini, Semuanya di Pulau Jawa
PLN EPI Bidik Pasar...
PLN EPI Bidik Pasar Hidrogen Hijau untuk Industri dan Penerbangan
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved