Siap Sambut Dana PEN Rp500 M, Bank Kalsel Luncurkan KUR Super Mikro
Selasa, 03 November 2020 - 16:40 WIB
loading...
Bank Kalsel meluncurkan produk kredit program baru bernama KUR Super Mikro, dengan plafon sampai dengan Rp10 juta. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA -
Direktur Utama Bank Kalsel Agus Syabarrudin mengatakan, bank yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan itu telah mengajukan proposal ke Kementerian Keuangan untuk menjadi bank mitra penyalur dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) dengan nominal Rp500 miliar.
"Pengajuan yang kami ajukan adalah sebesar Rp500 miliar, dimana nantinya akan di-leverage peningkatan potensi imbal hasil dua kali lipat dari itu, sehingga totalnya menjadi Rp1 triliun. Kalau kita lihat dari apa yang sudah berjalan, Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) kan sudah diberikan sebesar Rp30 triliun, sementara penyerapan dana PEN per 14 Oktober 2020 baru sebesar 49,5%," kata Agus di Jakarta, Selasa (3/11/2020).
(Baca Juga: MNC Guna Usaha-Bank Kalsel Perkuat Modal Kerja, Sektor Pembiayaan Makin Prospektif)
Saat ini, sambung dia, kondisi Bank Kalsel menunjukkan kinerja yang positif yang mana dapat menjadi pertimbangansebagai bank yang mampu menyalurkan dana PEN. Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Kalsel saat ini tercatat tumbuh normal sejak kuartal I hingga kuartal III/2020.
Per akhir September 2020, tercatat total DPK Bank Kalsel sejumlah Rp12,95 triliun yaitu naik Rp206,64 miliar dari bulan sebelumnya. Hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk menjadi salah satu penggerak utama dalam pemulihan ekonomi di Provinsi Kalimantan Selatan, khususnya terkait dengan bantuan stimulus permodalan kepada masyarakat yang terdampak oleh pandemi Covid-19.
Direktur Utama Bank Kalsel Agus Syabarrudin mengatakan, bank yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan itu telah mengajukan proposal ke Kementerian Keuangan untuk menjadi bank mitra penyalur dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) dengan nominal Rp500 miliar.
"Pengajuan yang kami ajukan adalah sebesar Rp500 miliar, dimana nantinya akan di-leverage peningkatan potensi imbal hasil dua kali lipat dari itu, sehingga totalnya menjadi Rp1 triliun. Kalau kita lihat dari apa yang sudah berjalan, Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) kan sudah diberikan sebesar Rp30 triliun, sementara penyerapan dana PEN per 14 Oktober 2020 baru sebesar 49,5%," kata Agus di Jakarta, Selasa (3/11/2020).
(Baca Juga: MNC Guna Usaha-Bank Kalsel Perkuat Modal Kerja, Sektor Pembiayaan Makin Prospektif)
Saat ini, sambung dia, kondisi Bank Kalsel menunjukkan kinerja yang positif yang mana dapat menjadi pertimbangansebagai bank yang mampu menyalurkan dana PEN. Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Kalsel saat ini tercatat tumbuh normal sejak kuartal I hingga kuartal III/2020.
Per akhir September 2020, tercatat total DPK Bank Kalsel sejumlah Rp12,95 triliun yaitu naik Rp206,64 miliar dari bulan sebelumnya. Hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk menjadi salah satu penggerak utama dalam pemulihan ekonomi di Provinsi Kalimantan Selatan, khususnya terkait dengan bantuan stimulus permodalan kepada masyarakat yang terdampak oleh pandemi Covid-19.
Lihat Juga :