Rencana Buyback Saham MNC Investama Bawa Berkah buat Sejumlah Emiten MNC Group
Rabu, 04 November 2020 - 10:39 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan keterangan resmi perseroan dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Direktur Utama MNC Investama Darma Putra menyampaikan, rencana buyback akan dilakukan pada Februari 2021 mendatang.
Darma Putra dalam penjelasannya di laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, menyatakan rencana buyback ini akan dilaksanakan pada periode November sampai dengan Februari 2021. Dia menjelaskan, perseroan akan membeli sebanyak-banyaknya 7,4% dari modal disetor dan ditempatkan atau sebanyak-banyaknya sebesar 5 miliar saham.
"Untuk pembelian kembali saham ini, dana yang diperlukan sebanyak-banyaknya sebesar Rp675 miliar," ucap Darma, Rabu (4/11/2020).
Pembelian kembali saham ini sesuai dengan Peraturan OJK Nomor 2/2013 dan SEOJK 3/2020 yang menerangkan jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi dari 20% dari jumlah modal disetor, dengan ketentuan paling sedikit saham beredar adalah 7,5%. ( Baca juga: Fraksi Demokrat Siapkan Legislative Review UU Ciptaker )
Berdasarkan laba bersih Perseroan per 30 Juni 2020 yang disetahunkan, perseroan mencatatkan laba bersih per saham sebesar Rp8,48, sedangkan proforma laba bersih per saham setelah pembelian kembali saham sebesar Rp9,16.
Darma Putra dalam penjelasannya di laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, menyatakan rencana buyback ini akan dilaksanakan pada periode November sampai dengan Februari 2021. Dia menjelaskan, perseroan akan membeli sebanyak-banyaknya 7,4% dari modal disetor dan ditempatkan atau sebanyak-banyaknya sebesar 5 miliar saham.
"Untuk pembelian kembali saham ini, dana yang diperlukan sebanyak-banyaknya sebesar Rp675 miliar," ucap Darma, Rabu (4/11/2020).
Pembelian kembali saham ini sesuai dengan Peraturan OJK Nomor 2/2013 dan SEOJK 3/2020 yang menerangkan jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi dari 20% dari jumlah modal disetor, dengan ketentuan paling sedikit saham beredar adalah 7,5%. ( Baca juga: Fraksi Demokrat Siapkan Legislative Review UU Ciptaker )
Berdasarkan laba bersih Perseroan per 30 Juni 2020 yang disetahunkan, perseroan mencatatkan laba bersih per saham sebesar Rp8,48, sedangkan proforma laba bersih per saham setelah pembelian kembali saham sebesar Rp9,16.
(uka)
Lihat Juga :