Pak Jokowi! Tahun Depan Wong Cilik Masih Ngarep BLT

Rabu, 04 November 2020 - 19:46 WIB
loading...
Pak Jokowi! Tahun Depan...
Presiden Jokowi diingatkan wong cilik masih banyak membutuhkan BLT pemerintah. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Ekonom Bhima Yudhistira menegaskan bahwa tahun depan khususnya masyarakat miskin masih membutuhkan bantuan langsung tunai (BLT) dari pemerintah. Pihaknya meminta agar bantuan tidak dipangkas namun perlu diperluas lagi. Menurutnya tekanan pada masyarakat miskin masih cukup besar akibat pukulan ekonomi akibat krisis Covid-19.

Sebab itu, pihaknya mendesak agar anggaran stimulus perlindungan sosial tidak diturunkan mengingat dalam RAPBN 2021 untuk perlindungan sosial dipangkas 46% dari Rp203,9 Triliun menjadi Rp110,2 Triliun di tahun depan. "Ini penting sebelum memutus tali kemiskinan, bagaimana agar orang miskin baru tidak bertambah. BLT harus diperluas," ujar Bhima, di Jakarta, Rabu (4/11/2020).

Baca Juga: Bersiap, BLT Gaji Gelombang Dua Cair Minggu Ini

Sementara itu untuk memutus tali kemiskinan dibutuhkan koordinasi antar instansi pemerintah pusat dan daerah yang harus diperbaiki. Misalnya dalam dana pendidikan dengan porsi 20% dari APBN, sebagian habis untuk belanja pegawai dan belanja barang. Jangkauan pada siswa miskin masih kurang, karena anggaran belum efektif. Apalagi dengan adanya belajar online, banyak siswa miskin yang tidak saja tertinggal karena akses internet yang terbatas tapi juga harus membayar mahal gadget seperti laptop atau smartphone.

Berdasarkan riset yang dilakukan Esther Duflo, pemenang Nobel ekonomi, diketahui peningkatan akses dan kualitas pendidikan di Indonesia dapat memperbaiki upah rata-rata pekerja. Sebab itu, pemerintah harus memastikan layanan listrik harus bisa melayani kebutuhan keluarga miskin, paket bantuan kuota internet diperbesar, serta bantuan gadget bagi siswa miskin. "Harus komprehensif dan itu dapat dimulai dari sektor pendidikan," ujarnya.

Hal senada juga dikatakan Anggota DPR Komisi XI Puteri Komarudin. Pihaknya menyebut potensi peningkatan angka kemiskinan sangat besar karena hampir semua sektor ekonomi terdampak pandemi. Namun, dengan skema program PEN yang dirumuskan saat ini dapat menjadi modal untuk menekan angka kemiskinan. "Utamanya, bantuan sosial yang dialokasikan diharapkan dapat mencegah pelemahan daya beli bagi masyarakat yang rentan secara ekonomi," ujar Puteri.

Baca Juga: Pengusaha dan Buruh bak Berbalas 'Pantun' Soal Upah 2021

Selain itu hal yang mesti dilakukan dengan intervensi demi memperkuat kemandirian masyarakat. Ini perlu terus didorong melalui berbagai stimulus untuk dunia usaha khususnya UMKM, yang mendominasi 90% pasar tenaga kerja Indonesia saat ini. "Stimulus bagi UMKM dan dunia usaha juga berperan mencegah kebangkrutan usaha yang dapat berdampak pada pemutusan tenaga kerja, yang berimplikasi pada penambahan angka kemiskinan," tambahnya.

Dia juga mengingatkan hingga Oktober, realisasi penyaluran dana PEN baru sekitar 75%. Karenanya, perlu dioptimalkan dan dikejar realisasinya mengingat hanya tinggal 1 bulan lagi menuju akhir tahun. "Ini supaya anggaran dalam APBN TA 2020 bisa maksimal dan dapat menjadi preseden yang baik dalam rangka upaya pemulihan ekonomi di awal tahun 2021," ujarnya.

Pengamat ekonomi dari Indef Nailul Huda menambahkan pada masa pandemi ataupun tidak sudah jadi kewajiban pemerintah dalam menyediakan jaring pengaman sosial bagi masyarakat miskin. Kesehatan dan pendidikan menjadi kewajiban pemerintah untuk menyediakannya. "Hal ini bisa menekan angka kemiskinan secara lebih signifikan. Instrumennya bisa lewat APBN ataupun BUMN," ujar Huda.

Namun ada satu hal lagi yang bisa jadi teroboson bagi pemerintah untuk memerangi kemiskinan dan ketimpangan, yaitu pajak kekayaan. "Orang-orang kaya di Indonesia diberikan pajak sebagai alat pengentasan kemiskinan. Hal-hal seperti ini yang tidak ditangkap oleh pemerintah dalam reformasi perpajakan UU Cipta Kerja," ujarnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Digitalisasi Bansos...
Digitalisasi Bansos Diperluas ke 42 Daerah Mulai Juni 2026, Begini Penjelasan Komdigi
Belanja Pemerintah per...
Belanja Pemerintah per Januari 2026 Tembus Rp227,4 Triliun, Buat Apa?
Itung-itungan Risiko...
Itung-itungan Risiko Utang Whoosh, Balik Modal Bisa Sampai 100 Tahun
Paket Stimulus Ekonomi...
Paket Stimulus Ekonomi I-2026: Bansos Rp17,5 Triliun Bakal Cair Sebelum Lebaran
Terganjal Utang Whoosh,...
Terganjal Utang Whoosh, AHY Blak-blakan soal Nasib Kereta Cepat Jakarta-Surabaya
Purbaya Disebut Temukan...
Purbaya Disebut Temukan Uang Jokowi Ribuan Triliun di Bank China, Ini Penjelasan Kemenkeu
Prabowo Ucapkan Selamat...
Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ke-65 untuk Jokowi
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
Asosiasi Dosen Ilmu...
Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia: Jokowi Apresiasi UU Polri Baru
Rekomendasi
Pihak Ruben Onsu Pertanyakan...
Pihak Ruben Onsu Pertanyakan Klaim Rumah Sarwendah: Mengapa Cicilan Masih Dibayar Ruben?
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Lebaran Anak Yatim:...
Lebaran Anak Yatim: Antara Dalil, Tradisi, dan Makna Kepedulian Sosial
Berita Terkini
Semringah di Pembukaan,...
Semringah di Pembukaan, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,25% ke 6.099
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo Energy dan BP per 22 Juni 2026
Pascapemadaman Listrik...
Pascapemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa, PLN Update Kondisi Perbaikan
Rosan Lapor Prabowo...
Rosan Lapor Prabowo soal Perampingan 258 BUMN, 300 Pelat Merah Lain Menyusul
Pergantian Direksi Disorot,...
Pergantian Direksi Disorot, Mampukah Kejayaan Pelni Kembali?
IHSG Menghijau di Awal...
IHSG Menghijau di Awal Pekan, Pagi Ini Sentuh Level 6.217
Infografis
5 Titik Rawan Perang...
5 Titik Rawan Perang Dunia III pada Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved