Dolar AS Keok Saat Biden Lebih Dekat ke Gedung Putih, Rupiah Ambil Manfaat

Kamis, 05 November 2020 - 11:13 WIB
loading...
Dolar AS Keok Saat Biden...
Nilai tukar rupiah merangkak naik memanfaatkan pelemahan Dolar AS ketika Joe Biden semakin dekat ke Gedung Putih dalam Pemilihan Presiden AS (Pilpres AS) yang sengit. Foto/SINDO Photo
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan, Kamis (5/11/2020) merangkak naik memanfaatkan pelemahan mata uang Negeri Paman Sam. Dolar AS tergelincir ke level terlemahnya dalam lebih dari dua tahun terhadap Yuan dan mata uang utama Asia lainnya ketika Joe Biden semakin dekat ke Gedung Putih dalam Pemilihan Presiden AS (Pilpres AS) yang sengit.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka menanjak naik menjadi Rp14.439/USD. Level tersebut memperlihatkan rupiah balik melawan usai kemarin, berada di posisi Rp14.557 per USD.

(Baca Juga: Kemenangan Biden Mulai Terlihat dan Disukai Pasar, Kurs Rupiah Diprediksi Melemah )

Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange memperlihatkan tren positif dengan lompatan menuju Rp14.385/USD dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp14.565 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.375-Rp14.427/USD.

Data Yahoo Finance juga menunjukkan rupiah membaik menjelang akhir pekan, dimana rupiah bertengger pada level Rp14.432/USD. Raihan tersebut lebih tinggi dari sesi penutupan sebelumnya Rp14.554/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah pada sesi perdagangan pagi stagnan. Dimana terlihat kurs rupiah hari ini bertengger di Rp14.559/USD.

(Baca Juga: Joe Biden Unggul di Pilpres AS, Pasar Saham Global Mulus di Zona Hijau )

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Dolar tergelincir ke level terlemahnya dalam lebih dari dua tahun terhadap yuan dan mata uang Asia lainnya karena calon dari Demokrat Joe Biden mendekati Gedung Putih dalam pemilihan presiden AS yang berlangsung ketat.

Pasar keuangan, bagaimanapun, dikepung selama berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu ketidakpastian karena Presiden petahana Partai Republik Donald Trump telah membuka serangan terhadap penghitungan suara di beberapa negara bagian dengan mengejar tuntutan hukum dan penghitungan ulang.

Hal itu diyakini para pelaku pasar bisa menghambat dolar dalam jangka pendek. Di tempat lain, Poundsterling jatuh terhadap dolar dan euro setelah laporan media bahwa Bank of England sedang mempertimbangkan suku bunga negatif.

(Baca Juga: Saham-saham Wall Street Melompat Saat Pertarungan Ketat Trump-Biden di Pilpres AS )

Yuan secara singkat naik ke posisi terbaiknya dalam lebih dari dua tahun di posisi 6,6381 per dolar, memperpanjang penguatan baru-baru ini karena mata uang China telah menjadi perdagangan populer yang bertaruh pada kemenangan Biden. Mata uang emerging market seperti ringgit Malaysia dan rupiah Indonesia juga naik terhadap the greenback.

Euro menyentuh level 1.1713 pada perdagangan Asia pada hari Kamis, stabil dari sesi sebelumnya. Pound Inggris turun 0,35% menjadi 1,2947 versus USD. Terhadap euro, pound turun 0,22% menjadi 90,45 pence. Dolar sedikit berubah saat melawan Yen Jepang menjadi 104,34.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Bergejolak, Saatnya...
Rupiah Bergejolak, Saatnya Lirik Aset Global?
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Rupiah Melemah, Bagaimana...
Rupiah Melemah, Bagaimana Nasib Proyek IKN?
Orang Kaya Diminta Lepas...
Orang Kaya Diminta Lepas Dolar, Dasco Sebut Rupiah Menguat Minggu Depan
Dasco Kasih Bocoran...
Dasco Kasih Bocoran Pemerintah Punya Strategi Khusus Atasi Pelemahan Rupiah
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Gapasdap Dorong Pemerintah...
Gapasdap Dorong Pemerintah Perhatikan Nasib Angkutan Pelayaran Imbas Kenaikan Dolar AS
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
Rekomendasi
Perbandingan 5 Varian...
Perbandingan 5 Varian BYD M6 DM: Mana yang Pas untuk Kebutuhan Anda?
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
AS Bersiap Kirim Lebih...
AS Bersiap Kirim Lebih Banyak Jet Tempur ke Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved