SKK Migas Kawal Realisasi Target Produksi Minyak 1 Juta Bph
Kamis, 05 November 2020 - 18:10 WIB
loading...
SKK Migas akan merangkul seluruh pemangku kepentingan agar memiliki pemahaman yang sama terkait visi jangka panjang badan tersebut. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Dalam rangka mengawal keberlangsungan realisasi target produksi minyak 1 juta barel per hari (bph) dan gas 12 miliar kaki kubik per hari (BSCFD) pada 2030, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) berencana menyelenggarakan kegiatan "2020 International Convention on Upstream Oil and Gas Indonesia" (IOG 2020).
Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman selaku Ketua Steering Committee IOG 2020 mengatakan, forum yang akan dilaksanakan secara daring pada 2-4 Desember 2020 ini dilaksanakan untuk merangkul seluruh pemangku kepentingan agar memiliki pemahaman yang sama terkait visi jangka panjang SKK Migas. Komitmen dari para pemangku kepentingan untuk mendukung dan mewujudkan industri hulu migas sebagai pilar utama pembangunan dan ekonomi nasional menjadi kunci penting.
(Baca Juga: Kejar Target Lifting 1 Juta Bph, Ini Strategi Menteri Arifin)
"Kami berharap visi SKK Migas ini menjadi visi bersama bagi seluruh pemangku kepentingan yang berada di industri hulu migas. Tidak mungkin SKK Migas berjalan sendirian," kata Fatar, Kamis (5/11/2020).
Forum IOG 2020 memiliki empat tujuan yakni mengidentifikasi kebijakan dan strategi untuk menarik investasi industri hulu migas di kondisi pasar dunia yang sangat kompetitif dan mengidentifikasi tantangan dan membuat inisiatif untuk mendorong kolaborasi antara investor dan pemangku kepentingan.
Kemudian, merinci program prioritas dengan masukan dari pemangku kepentingan dan mengidentifikasi hal-hal yang dapat mempercepat pelaksanaan program tersebut, serta memberi penghargaan bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama atas pencapaian kinerja di industri hulu migas.
SKK Migas menargetkan sebanyak 10.000 peserta dapat tergabung dalam forum ini mulai dari pemerintah selaku pemegang kebijakan, pelaku bisnis hulu migas nasional dan internasional, akademisi, termasuk awak media. "Kami akan mengundang para pihak tersebut untuk berdiskusi dan menghasilkan program nyata yang akan mendukung visi SKK Migas," ujar Fatar.
Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman selaku Ketua Steering Committee IOG 2020 mengatakan, forum yang akan dilaksanakan secara daring pada 2-4 Desember 2020 ini dilaksanakan untuk merangkul seluruh pemangku kepentingan agar memiliki pemahaman yang sama terkait visi jangka panjang SKK Migas. Komitmen dari para pemangku kepentingan untuk mendukung dan mewujudkan industri hulu migas sebagai pilar utama pembangunan dan ekonomi nasional menjadi kunci penting.
(Baca Juga: Kejar Target Lifting 1 Juta Bph, Ini Strategi Menteri Arifin)
"Kami berharap visi SKK Migas ini menjadi visi bersama bagi seluruh pemangku kepentingan yang berada di industri hulu migas. Tidak mungkin SKK Migas berjalan sendirian," kata Fatar, Kamis (5/11/2020).
Forum IOG 2020 memiliki empat tujuan yakni mengidentifikasi kebijakan dan strategi untuk menarik investasi industri hulu migas di kondisi pasar dunia yang sangat kompetitif dan mengidentifikasi tantangan dan membuat inisiatif untuk mendorong kolaborasi antara investor dan pemangku kepentingan.
Kemudian, merinci program prioritas dengan masukan dari pemangku kepentingan dan mengidentifikasi hal-hal yang dapat mempercepat pelaksanaan program tersebut, serta memberi penghargaan bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama atas pencapaian kinerja di industri hulu migas.
SKK Migas menargetkan sebanyak 10.000 peserta dapat tergabung dalam forum ini mulai dari pemerintah selaku pemegang kebijakan, pelaku bisnis hulu migas nasional dan internasional, akademisi, termasuk awak media. "Kami akan mengundang para pihak tersebut untuk berdiskusi dan menghasilkan program nyata yang akan mendukung visi SKK Migas," ujar Fatar.
Lihat Juga :