SKK Migas Kawal Realisasi Target Produksi Minyak 1 Juta Bph
Kamis, 05 November 2020 - 18:10 WIB
loading...
A
A
A
Selain forum utama yang diselenggarakan 2-4 Desember 2020, terdapat 14 forum yang dilaksanakan sebagai bagian dari pre-event IOG 2020. Forum dari masing-masing fungsi di SKK Migas akan menjadi bagian tidak terpisahkan dari forum utama. Bagi publik yang tertarik bergabung untuk diskusi membicarakan masa depan migas Indonesia, pendaftaran dapat diakses di tautan berikut: https://www.iogconvention2020.com .
(Baca Juga: Joss! Lifting Migas Kuartal III/2020 Capai 1,689 Juta Barel, Setara 99,6% dari Target)
Fatar menambahkan untuk mewujudkan visi jangka panjang, SKK Migas telah melakukan transformasi hulu migas sejak awal 2020 melalui Rencana Strategis (Renstra) Indonesia Oil and Gas (IOG) 4.0. Transformasi ini mencakup kegiatan usaha hulu migas keseluruhan, dengan SKK Migas selaku pengelola kegiatan usaha hulu migas yang menjadi penggerak.
Dalam Renstra IOG 4.0, SKK Migas menetapkan 4 pilar strategis dan 6 pilar pendukung yang akan menjadi acuan industri hulu migas Indonesia untuk mewujudkan produksi minyak 1 juta bph dan gas 12 BSCFD. Dari pilar-pilar tersebut diperoleh 22 program utama dengan 80 target dan lebih dari 200 action plans yang akan dilaksanakan hingga tahun 2030.
Berdasarkan data SKK Migas, hingga Oktober 2020, terdapat 18 program telah diselesaikan. Sedangkan di tahun 2021 akan dilaksanakan 4 program. "Tahun 2020 memiliki tantangan yang sangat berat dengan adanya pandemi Covid-19 dan rendahnya harga minyak. Hal tersebut mengoreksi pencapaian long term plan (LTP) SKK Migas sebesar 2,7%. Namun apabila pandemi dapat dikendalikan di 2021, kami optimis LTP akan kembali on track pada 2022 dan 2023," ujar Fatar.
(Baca Juga: Joss! Lifting Migas Kuartal III/2020 Capai 1,689 Juta Barel, Setara 99,6% dari Target)
Fatar menambahkan untuk mewujudkan visi jangka panjang, SKK Migas telah melakukan transformasi hulu migas sejak awal 2020 melalui Rencana Strategis (Renstra) Indonesia Oil and Gas (IOG) 4.0. Transformasi ini mencakup kegiatan usaha hulu migas keseluruhan, dengan SKK Migas selaku pengelola kegiatan usaha hulu migas yang menjadi penggerak.
Dalam Renstra IOG 4.0, SKK Migas menetapkan 4 pilar strategis dan 6 pilar pendukung yang akan menjadi acuan industri hulu migas Indonesia untuk mewujudkan produksi minyak 1 juta bph dan gas 12 BSCFD. Dari pilar-pilar tersebut diperoleh 22 program utama dengan 80 target dan lebih dari 200 action plans yang akan dilaksanakan hingga tahun 2030.
Berdasarkan data SKK Migas, hingga Oktober 2020, terdapat 18 program telah diselesaikan. Sedangkan di tahun 2021 akan dilaksanakan 4 program. "Tahun 2020 memiliki tantangan yang sangat berat dengan adanya pandemi Covid-19 dan rendahnya harga minyak. Hal tersebut mengoreksi pencapaian long term plan (LTP) SKK Migas sebesar 2,7%. Namun apabila pandemi dapat dikendalikan di 2021, kami optimis LTP akan kembali on track pada 2022 dan 2023," ujar Fatar.
(fai)
Lihat Juga :