4,5 Juta Debitur Sudah Merasakan KUR, Gelontoran Duitnya Capai Rp148,38 T
Jum'at, 06 November 2020 - 08:19 WIB
loading...
Realisasi KUR sepanjang periode Januari 2020 hingga 30 Oktober 2020 sebesar Rp148,38 triliun dan telah diberikan kepada 4,5 juta debitur. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah secara aktif melakukan berbagai upaya agar keseimbangan kesehatan dan ekonomi dapat membaik beriringan. Dalam memulihkan ekonomi, Pemerintah berusaha menjawab permasalahan-permasalahan yang ada pada sektor usaha, terutama Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lewat Kredit Usaha Rakyat (KUR) .
(Baca Juga: Pembiayaan bagi UMKM Mencukupi, Akses yang Belum Banyak )
Adapun saat ini, realisasi KUR sepanjang periode Januari 2020 hingga 30 Oktober 2020 sebesar Rp148,38 triliun atau 78,09% dari target tahun 2020 sebesar Rp190 triliun dan telah diberikan kepada 4,5 juta debitur. Total outstanding KUR sejak Agustus 2015 sebesar Rp194,05 triliun dengan NPL sebesar 0,70%.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartato mengatakan, penyaluran KUR pada masa Covid-19 menurun tajam. Dari sebesar Rp18,99 triliun pada bulan Maret 2020 menjadi hanya sebesar Rp4,76 triliun pada Mei 2020.
Namun, secara bertahap penyaluran KUR telah meningkat kembali dengan penyaluran di Oktober sebesar Rp17,72 triliun. Penyaluran KUR selama tahun 2020 berdasarkan skema yaitu KUR super mikro sebesar 3,02%, KUR mikro 65,74%, skema KUR kecil 31,02%, dan KUR penempatan TKI sebesar 0,23%.
“KUR super mikro ditujukan untuk pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau Ibu Rumah Tangga yang menjalankan usaha produktif, KUR super mikro yang merupakan usulan baru sudah disiapkan DIPA nya Rp760 miliar untuk baki kredit Rp12 triliun,” terang Airlangga di Jakarta, Jumat (6/11/2020).
(Baca Juga: Hingga Oktober, Realisasi KUR Capai Rp130,91 Triliun )
(Baca Juga: Pembiayaan bagi UMKM Mencukupi, Akses yang Belum Banyak )
Adapun saat ini, realisasi KUR sepanjang periode Januari 2020 hingga 30 Oktober 2020 sebesar Rp148,38 triliun atau 78,09% dari target tahun 2020 sebesar Rp190 triliun dan telah diberikan kepada 4,5 juta debitur. Total outstanding KUR sejak Agustus 2015 sebesar Rp194,05 triliun dengan NPL sebesar 0,70%.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartato mengatakan, penyaluran KUR pada masa Covid-19 menurun tajam. Dari sebesar Rp18,99 triliun pada bulan Maret 2020 menjadi hanya sebesar Rp4,76 triliun pada Mei 2020.
Namun, secara bertahap penyaluran KUR telah meningkat kembali dengan penyaluran di Oktober sebesar Rp17,72 triliun. Penyaluran KUR selama tahun 2020 berdasarkan skema yaitu KUR super mikro sebesar 3,02%, KUR mikro 65,74%, skema KUR kecil 31,02%, dan KUR penempatan TKI sebesar 0,23%.
“KUR super mikro ditujukan untuk pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau Ibu Rumah Tangga yang menjalankan usaha produktif, KUR super mikro yang merupakan usulan baru sudah disiapkan DIPA nya Rp760 miliar untuk baki kredit Rp12 triliun,” terang Airlangga di Jakarta, Jumat (6/11/2020).
(Baca Juga: Hingga Oktober, Realisasi KUR Capai Rp130,91 Triliun )
Lihat Juga :