Resesi Jadi Pijakan untuk Bangkitkan Ekonomi Secara Perlahan

Jum'at, 06 November 2020 - 14:16 WIB
loading...
Resesi Jadi Pijakan...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2020 minus sebesar 3,49% dari minus 5,32% (yoy) pada kuartal II 2020. Hal ini menegaskan Indonesia mengalami resesi pertama sejak krisis ekonomi 1997-1998. ( Baca juga:Bisnis Transportasi Udara Punya Peluang Take Off di Akhir Tahun )

Resesi terjadi karena pandemi Covid-19 sangat merusak, baik sisi permintaan maupun penawaran ekonomi. Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menilai pemulihan ekonomi akan bertahap ke depannya.

"Kami melihat perekonomian Indonesia akan terus berlanjut membaik di kuartal IV 2020 meskipun kontraksi ekonomi masih cenderung terjadi," kata Asmo saat dihubungi di Jakarta, Jumat (6/11/2020).

Akan tetapi, kontraksi diperkirakan akan mereda karena ekonomi telah mencapai titik terendah di kuartal II 2020 ketika PSBB ketat tingkat nasional dilaksanakan. Optimisme itu terlihat dari beberapa indikator utama yang menunjukkan tanda-tanda perbaikan.

Pertama adanya pelonggaran kembali PSBB sejak 20 Oktober di beberapa wilayah penting, termasuk wilayah Jabodetabek. "Ini bisa meningkatkan transportasi dan aktivitas ritel. Investasi langsung dan perdagangan eksternal juga menguat," katanya.

Kedua, dukungan dari percepatan pemulihan mkonomi nasional (PEN) meski hingga kuartal III 2020 realisasinya masih di bawah 50%. Meski begitu, menurut Asmo, jika gelombang kedua Pandemi terjadi maka akan memaksa Pemerintah Indonesia untuk memperketat kembali PSBB.

"Tapi ekonomi pada kuartal IV 2020 kinerjanya tidak banyak berubah dari kuartal III 2020. Dan risiko lain juga dapat muncul saat pemerintah mencairkan paket stimulus tidak secepat yang diharapkan. Karenanya, kami memperkirakan bahwa ekonomi dalam setahun penuh 2020 bisa kira-kira berkisar dari -2,21% menjadi -1,50%," ujar dia. ( Baca juga:Jokowi dan Keluarga Bakal Nonton Bareng Debat Terbuka Gibran-Prakoso VS Bagyo Wahyono-FX Supardjo )

Ke depan, Indonesia perlu mempertahankan beberapa tingkat PSBB sampai vaksin Covid 19 tersedia secara luas. Bahkan ini bisa berlangsung hingga semester I 2021 dan bisa memberikan beberapa tantangan bagi perekonomian untuk hidup kembali lebih cepat.

Selain itu, Omnibus Law yang diharapkan dapat mendorong investasi juga membutuhkan berbagai peraturan pelaksana sebelum diberlakukan secara efektif. "Dengan demikian kami memperkirakan ekonomi untuk meningkat secara bertahap sebesar 4,43% pada tahun 2021," imbuh.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Peluang Resesi Indonesia...
Peluang Resesi Indonesia di Bawah 5%, Lebih Kuat dari AS, Kanada, dan Jepang
Menkeu Purbaya Tepis...
Menkeu Purbaya Tepis Isu Resesi Indonesia Sudah Dekat
Rupiah Tembus Rp17.000...
Rupiah Tembus Rp17.000 per USD, Purbaya: Ekonomi Sedang Ekspansi
Banyak Ekonom Sebut...
Banyak Ekonom Sebut RI Sudah Resesi, Purbaya: Daya Beli Masih Ada, Kita Jauh dari Krisis
BUMN Berperan Penting...
BUMN Berperan Penting selama Pandemi Covid-19 dan Era Pemulihan
Airlangga Blak-blakan...
Airlangga Blak-blakan Soal Alasan Pemerintah Revisi UU Cipta Kerja
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Alumni Relawan RSDC...
Alumni Relawan RSDC Wisma Atlet Hadiri Reuni dan Halalbihalal di Markas Marinir
Mitigasi Inklusif Kolaboratif...
Mitigasi Inklusif Kolaboratif Organisasi Jadi Model Ideal Hadapi Bencana Non Alam Pandemi
Rekomendasi
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri, Langsung Teriak: Siap!
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved