Terseret Kasus Korupsi di Inggris, Jadi Momentum Bersih-bersih Garuda Indonesia

Jum'at, 06 November 2020 - 20:58 WIB
loading...
Terseret Kasus Korupsi...
Pesawat bermasker Garuda Indonesia. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pengamat penerbangan Alvin Lie mengatakan penyelidikan lembaga anti korupsi dari Inggris mengenai dugaan penyuapan produsen pesawat Bombardier terhadap Garuda Indonesia dinilai menjadi modal bagi manajemen Garuda Indonesia meninjau kembali kontrak-kontrak pembelian maupun penyewaan pesawat yang ada di lingkup maskapai pelat merah itu.

"Saya kira ini akan menguntungkan manajemen Garuda sekarang setidaknya memiliki argumentasi yang kuat untuk mengembalikan maupun menghentikan kontrak pesawat bombardier. Ini sekaligus bisa memberikan kepercayaan terhadap kreditur maupun lessor Garuda Indonesia," ujarnya dihubungi di Jakarta, Jumat (6/11/2020).

Baca Juga: Nasib Garuda: Dihajar Rugi, Terbawa-bawa Kasus Dugaan Suap di Luar Negeri

Dia menegaskan, apa yang terjadi pada manajemen Garuda Indonesia tahun 2012 yang diduga bermasalah terhadap pembelian pesawat Bombardier, menjadi momentum bagi dewan direksi Garuda meninjau kembali hubungan dengan lessor dan kreditur. "Kita semua beryukur, Garuda Indonesia masih bisa terbang dan bertahan di tengah krisis seperti sekarang ini. Ini momentum untuk lebih baik lagi," jelasnya.

Baca Juga: Dugaan Suap Pesawat Bombardier, Bos Garuda Hormati Proses Hukum
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Setelah Arab, GDPS Kembali...
Setelah Arab, GDPS Kembali Kirim Tenaga Profesional untuk Proyek MRO di Korsel
Harga Tiket Pesawat...
Harga Tiket Pesawat Garuda Indonesia Resmi Naik, Begini Penjelasan Dirutnya
Perang AS-Iran Bikin...
Perang AS-Iran Bikin Susah Banyak Negara, 100.000 Pekerja di Inggris Terancam PHK
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Rekomendasi
Dukung Tambahan Anggaran...
Dukung Tambahan Anggaran Komnas HAM dan Komnas Perempuan, Marinus Gea: Penting untuk Pemenuhan Hak Asasi Manusia
Toni, Badri, dan Saiful...
Toni, Badri, dan Saiful Hakim Dilaporkan Kader PPP ke Polda Metro atas Dugaan Pemalsuan Dokumen Muktamar
Dulu Dibully Karena...
Dulu Dibully Karena Pendiam, Kini Syawal Adha Raih Centang Biru TikTok dan Instagram
Berita Terkini
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved