Ekonom: Resesi Tak Selamanya Berujung Krisis

Sabtu, 07 November 2020 - 17:07 WIB
loading...
Ekonom: Resesi Tak Selamanya...
Ekonom Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisal Hastiadi menerangkan resesi itu biasanya mendahului krisis, tetapi tidak selamanya resesi itu akhirnya akan berujung krisis. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Ekonom Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisal Hastiadi menilai, krisis ekonomi yang terjadi saat ini berbeda dengan tahun 1998. Menurutnya, resesi yang terjadi saat ini belum tentu berujung krisis.

"Resesi itu biasanya mendahului krisis, tetapi tidak selamanya resesi itu akhirnya akan berujung krisis," katanya dalam polemik MNC Trijaya FM bertajuk 'Efek Resesi di Tengah Pandemi', Sabtu (7/11/2020).

Ia menjelaskan, saat 1998 fundamental ekonomi Indonesia masih sangat lemah. Sehingga saat itu ekonomi RI terkontraksi sampai minus 13 persen. (Baca Juga: Indonesia Resesi, Pengamat: Reshuffle Bukan Aib )

"Tahun 1998 itu banyak sekali bobroknya perekonomian kita sangat rapuh pada saat itu. Kenapa? Karena dari sisi makro prudensial, dari sisi penjagaan sektor moneter, dari sisi keleluasaan dan kapasitas fiskal kita itu sangat terbatas," jelasnya.

Hal itu berbeda dengan krisis saat ini, sebab faktor penyebabnya juga jauh berbeda karena saat ini disebabkan oleh Pandemi Covid-19. Namun, secara fundamental ekonomi RI sudah kuat.

(Baca Juga: Perbankan Masih Takut Saat Bisa Jadi Solusi Atasi Resesi Ekonomi )

"Memasuki tahun 2020 angka PMI kita Januari-Februari itu sudah diatas 51 persen. Itu artinya industri kita sudah masuk wilayah ekspansi. Tetapi harus jatuh di bulan ketiga yang memang ini adalah exogenous shock," tandas Faisal.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
4 Temuan Penting di...
4 Temuan Penting di Tengah Kejatuhan IHSG Hampir 30% dan Rupiah Mendekati Rp18.000/USD
Rupiah Sentuh Rp17.883...
Rupiah Sentuh Rp17.883 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Belum Hambat Aktivitas Ekonomi
Ekonomi RI Punya Ketahanan...
Ekonomi RI Punya Ketahanan Nasional, Gubernur BI: Tuhan Cinta Sama Kita
Rupiah Pekan Depan Diramal...
Rupiah Pekan Depan Diramal Masih di Atas Rp17.000 per Dolar AS
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Dorong Media CCTV Masuk ke Bisnis E-commerce
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen pada Triwulan I 2026
Rekomendasi
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
Calon Ketum PBNU Gus...
Calon Ketum PBNU Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah dan Ketua PWNU Sulsel
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
Berita Terkini
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
Infografis
10 Pesawat Tempur Paling...
10 Pesawat Tempur Paling Laku di Pasaran, Juaranya Tak Terduga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved