Indonesia Resesi, Pengamat: Reshuffle Bukan Aib

Sabtu, 07 November 2020 - 15:34 WIB
loading...
Indonesia Resesi, Pengamat:...
Pengamat mengatakan, reshuffle bukan sesuatu yang memalukan, bukan aib, kalau kondisinya adalah situasi tidak terjaga seperti terjadinya resesi Indonesia. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Indonesia Political Opinion (IPO) melakukan survei atas kinerja pemerintah mulia dari kinerja Presiden hingga dengan para Menteri. Dalam survei tersebut, IPO melihat masyarakat menginginkan adanya reshuffle karena tidak adanya koordinasi yang solid sehingga membuat perekonomian dapat membaik terlebih saat resesi sudah datang.

"Menurut saya reshuffle bukan sesuatu yang memalukan, bukan aib, kalau kondisinya adalah situasi tidak terjaga, performance tidak signifikan, tidak ada salahnya presiden mengganti orang yang lebih progresif. Terutama mereka yang tempatkan posisi strategis di ekonomi," kata Direktur Eksekutif Indonesia IPO, Dedi Kurnia Syah dalam polemik MNC Trijaya FM bertajuk 'Efek Resesi di Tengah Pandemi', Sabtu (7/11/2020).

(Baca Juga: Jubir Wapres: Tidak Perlu Panik dengan Resesi Ekonomi )

Ia menilai, masuknya Indonesia dalam jurang resesi, dikarenakan koordinasi yang kurang baik antara kementerian dalam sektor ekonomi. Akibatnya ekonomi nasional dua kali berturut-turut minus.

Menurutnya, hal ini bukan karena lemahnya pengawasan dari Presiden, namun tanggung jawab ada di Menko Perekonomian. Sebab, Menko Perekonomian merupakan wakil presiden dalam bidang ekonomi. "Artinya yang bertanggung jawab di tengah resesi harusnya Menko Perekonomian," papar Dedi.

(Baca Juga: Meski Resesi, Indonesia Bersama Dunia Menuju Tren Ekonomi Positif )

Sambung dia menerangkan, survey tersebut merekomendasikan para menteri yang harus direshuffle. Di antaranya Menko Perekonomian, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Perindustrian dan Menteri ATR/Kepala BPN.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Risiko Resesi Amerika...
Risiko Resesi Amerika Semakin Besar, Begini Isi Ramalan Goldman Sachs
Ketakutan Resesi AS...
Ketakutan Resesi AS dan Perang Timur Tengah Mengangkat Harga Emas ke Rekor Sepanjang Masa
Resesi Amerika Makin...
Resesi Amerika Makin Dekat? Inflasi Diramal Sentuh Level Tertinggi sejak 1991
JPMorgan Bunyikan Alarm...
JPMorgan Bunyikan Alarm Resesi Amerika, Ini Biang Keroknya
Trump Tepis Ancaman...
Trump Tepis Ancaman Resesi: Ekonomi AS dalam Masa Transisi di Tengah Perang Dagang
Deflasi 5 Bulan Beruntun...
Deflasi 5 Bulan Beruntun Tak Lumrah: Daya Beli Lesu, PHK di Mana-mana
Ekonomi Terbesar Eropa...
Ekonomi Terbesar Eropa Mandek, Berpotensi Jatuh dalam Resesi
Cuma Kerja 2 Bulan,...
Cuma Kerja 2 Bulan, Uang Pensiun Menteri Dinilai Belanja Mubazir
Ekonom : Reshuffle Kabinet...
Ekonom : Reshuffle Kabinet Hanya Berbau Politik, Tak Bermanfaat Bagi Ekonomi
Rekomendasi
Garda Satu Apresiasi...
Garda Satu Apresiasi Kebijakan Dedi Mulyadi Hapus Tunggakan Pajak Kendaraan
Polisi Dibegal di Jalan...
Polisi Dibegal di Jalan Raya Inspeksi Kalimalang Bekasi, Motornya Dibawa Kabur Pelaku
CEO XPENG: Mobil Terbang...
CEO XPENG: Mobil Terbang Akan Lebih Banyak Dibeli Dibandingkan Kendaraan Listrik
Berita Terkini
20 Negara Penyumbang...
20 Negara Penyumbang Terbesar Defisit Perdagangan AS Tahun 2024, Indonesia Urutan Berapa?
3 jam yang lalu
Kena Tarif Impor 32%,...
Kena Tarif Impor 32%, Indonesia Terus Berkomunikasi Intensif dan Melobi Amerika Serikat
4 jam yang lalu
5 Ruas Tol Trans Sumatera...
5 Ruas Tol Trans Sumatera Digratiskan Selama Arus Balik 2025, Cek Daftarnya
5 jam yang lalu
Tarif Trump 32 Persen...
Tarif Trump 32 Persen Ancam Ekspor Indonesia, Ini Langkah Mitigasi Pemerintah
5 jam yang lalu
Kena Tarif Impor Trump...
Kena Tarif Impor Trump 32 Persen, Indonesia Butuh Gebrakan
6 jam yang lalu
Trump Tampar RI dengan...
Trump Tampar RI dengan Tarif Impor 32%, Sektor Industri Ini Bakal Telan Pil Pahit
7 jam yang lalu
Infografis
Market Value Tim Nasional...
Market Value Tim Nasional Asia Tenggara: Timnas Indonesia Teratas
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved