Penjualan Rumah Tapak Melesat, Kinerja LPKR Makin Ciamik
Rabu, 11 November 2020 - 17:18 WIB
loading...
A
A
A
Dalam riset tersebut, LPKR juga dinilai sebagai pengembang yang mencatatkan prestasi mengesankan di kuartal 2020 dimana dari sisi penjulan menurut tipe dan lokasi juga mengalami lonjakan permintaan. Mayoritas dari permintaan rumah tapak. "Lippo Karawaci mencatatkan prestasi yang mengesankan di 3Q20. Berdasarkan tipe, proyek baru di 3Q sebagian besar berasal dari rumah tapak (75% dari total), yang menjelaskan pertumbuhan pra-penjualan 116% Quartal on Quartal dari produk rumah tapak," tulis riset tersebut.
Apalagi, sejumlah pengembang, terutama Lippo Karawaci, Summarecon Agung, Bumi Serpong Damai, agresif meluncurkan produk jenis ini di 3Q, dengan harga di bawah Rp1 miliar dan Rp1 miliar-Rp2 miliar. Sementara berdasarkan lokasi, Jakarta dan Jakarta sekitarnya, area Jabodetabek, tetap menjadi kontributor penjualan terbesar di 3Q (70% dari total). Namun, prapenjualan di luar Jakarta & Jabodetabek tumbuh lebih cepat. "Kami yakin pengembang akan terus agresif dalam peluncuran di kuartal tiga," tulis riset itu.
Dari sisi pendapatan, LPKR diproyeksikan akan tetap memimpin di sektor properti seiring membaiknya kinerja dan penjualan berbagai proyek properti perusahaan. Secara umum, kinerja pengembang seperti Sumarecon, Ciputra, Agung Podomoro, juga membaik di kuartal ketiga. Misal dari sisi penjualan bidang tanah, dipimpin oleh APLN, dibantu oleh penjualan bidang tanah di Kawarang. SMRA, LPKR dan CTRA juga mencatatkan kinerja mengesankan di 3Q.
Pada sembilan bulan pertama 2020, LPKR merupakan pengembang yang memiliki kinerja terbaik dengan kenaikan mencapai 100% dibandingkan periode sama satu tahun sebelumnya. "Tiga perusahaan melaporkan pertumbuhan positif di 9M20, dipimpin LPKR (+ 100% YoY), APLN (+ 75% YoY) dan ASRI (+ 6% YoY)," tulis riset.
Baca Juga: Bisnis Anak Usaha Kinclong, Bikin LPKR Raup Pendapatan Rp8,58 Triliun
Apalagi, sejumlah pengembang, terutama Lippo Karawaci, Summarecon Agung, Bumi Serpong Damai, agresif meluncurkan produk jenis ini di 3Q, dengan harga di bawah Rp1 miliar dan Rp1 miliar-Rp2 miliar. Sementara berdasarkan lokasi, Jakarta dan Jakarta sekitarnya, area Jabodetabek, tetap menjadi kontributor penjualan terbesar di 3Q (70% dari total). Namun, prapenjualan di luar Jakarta & Jabodetabek tumbuh lebih cepat. "Kami yakin pengembang akan terus agresif dalam peluncuran di kuartal tiga," tulis riset itu.
Dari sisi pendapatan, LPKR diproyeksikan akan tetap memimpin di sektor properti seiring membaiknya kinerja dan penjualan berbagai proyek properti perusahaan. Secara umum, kinerja pengembang seperti Sumarecon, Ciputra, Agung Podomoro, juga membaik di kuartal ketiga. Misal dari sisi penjualan bidang tanah, dipimpin oleh APLN, dibantu oleh penjualan bidang tanah di Kawarang. SMRA, LPKR dan CTRA juga mencatatkan kinerja mengesankan di 3Q.
Pada sembilan bulan pertama 2020, LPKR merupakan pengembang yang memiliki kinerja terbaik dengan kenaikan mencapai 100% dibandingkan periode sama satu tahun sebelumnya. "Tiga perusahaan melaporkan pertumbuhan positif di 9M20, dipimpin LPKR (+ 100% YoY), APLN (+ 75% YoY) dan ASRI (+ 6% YoY)," tulis riset.
Baca Juga: Bisnis Anak Usaha Kinclong, Bikin LPKR Raup Pendapatan Rp8,58 Triliun
Lihat Juga :