PR Besar Ekonomi Digital

Kamis, 12 November 2020 - 06:05 WIB
loading...
A A A
Presiden menyayangkan tingkat literasi keuangan digital nasional baru mencapai 35,5%. Demikian pula Indeks Inklusi Keuangan Indonesia yang hanya di kisaran 76%, lebih rendah dibandingkan negara lain di ASEAN seperti Singapura yang mencapai 98%, Malaysia 85%, serta Thailand 82%.

“Masih banyak masyarakat yang menggunakan layanan keuangan informal dan hanya 31,26% masyarakat yang pernah menggunakan layanan digital,” kata Jokowi.

Untuk itu, Presiden meminta agar para inovator fintech tidak hanya sebagai penyalur pinjaman dan pembayaran online saja, tetapi juga sebagai penggerak utama literasi keuangan digital bagi masyarakat. Jokowi ingin agar fintech menjalankan fungsi sebagai pendamping perencana keuangan, dan memperluas akses usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam pemasaran e-commerce.

Selain itu, Presiden juga mengingatkan bahwa terdapat risiko yang muncul di industri keuangan digital di antaranya kejahatan, misinformasi, dan penyalahgunaan data. “Ditambah regulasi sektor keuangan nonbank yang tidak seketat regulasi perbankan. Untuk itu, pelaku industri fintech harus memperkuat tata kelola yang lebih baik dan akuntabel serta memitigasi berbagai risiko yang muncul,” kata Jokowi.

Potensi besar ekonomi digital Indonesia juga sejalan dengan hasil survei yang dirilis Google, Temasek, dan Bain & Company beberapa hari lalu. Dalam publikasinya tiga institusi itu mengungkapkan bahwa nilai ekonomi digital Indonesia pada tahun ini bisa mencapai USD44 miliar (Rp620 triliun), dan akan tumbuh signifikan menjadi USD124 miliar (Rp1.750 triliun) pada 2025. Angka tersebut lebih tinggi dibanding negara-negara ASEAN lainnya yang diperkirakan hanya di kisaran USD50 miliaran pada lima tahun ke depan. (Baca juga: Kiat Pangkas Berat Badan Selama Pandemi)

Infrastruktur Jadi Kunci

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berpendapat, laporan perkembangan ekonomi digital dari Temasek dan kawan-kawan menunjukkan besarnya potensi ekonomi digital di Tanah Air. Khusus di sektor e-commerce, kata dia, terjadi lonjakan signifikan di mana pertumbuhannya bisa mencapai 3-4 kali lipat.

Namun, kata dia, potensi tersebut tidak akan bisa terpenuhi jika infrastruktur di Indonesia tidak memadai. Pasalnya, infrastruktur tersebut menjadi penting dan memungkinkan seluruh orang Indonesia mengakses internet di manapun mereka berada.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Grab Tepis Rumor Keluar...
Grab Tepis Rumor Keluar dari Indonesia, Komitmen untuk UMKM dan Mitra Tetap Kuat
Bukan Sekadar Digitalisasi,...
Bukan Sekadar Digitalisasi, Kini Operasional Bisnis Harus Otonom
Jembatan Brand dan Konsumen...
Jembatan Brand dan Konsumen di Era Digital, Belicept Hadir sebagai Official Collaboration Store
Peluang Investasi Startup...
Peluang Investasi Startup di Era Tech Winter
Bittime-Nobu Bank Kolaborasi,...
Bittime-Nobu Bank Kolaborasi, Jembatani Keuangan Tradisional Menuju Tokenisasi Aset Global
White Paper MDI Ventures...
White Paper MDI Ventures Petakan Jalur Ekonomi Digital Inklusif di Indonesia
Anak-anak Kian Rentan...
Anak-anak Kian Rentan di Dunia Digital, Pemkot Tangerang Dukung Optimalisasi PP Tunas
Fenomena Hijrah Digital...
Fenomena Hijrah Digital dan Influencer Agama Harus Diiringi Kedalaman Ilmu
Marak Risiko Aktivitas...
Marak Risiko Aktivitas Digital, HGI dan Polda Sumbar Gelar Literasi Digital
Rekomendasi
JakFair 2026 Kembali...
JakFair 2026 Kembali Digelar, Puluhan Band Disiapkan Ramaikan Pengunjung
Dharma Pongrekun Minta...
Dharma Pongrekun Minta MK Kaji Ulang UU Kesehatan Demi Jaga Kedaulatan Bangsa
Ronaldo Jadi Brand Ambassador...
Ronaldo Jadi Brand Ambassador Global, Dreame Indonesia Luncurkan 3 Produk Smart Home Terbaru
Berita Terkini
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved