Jababeka Tekor Rp171 Miliar, Ini Biang Keroknya!
Kamis, 12 November 2020 - 08:19 WIB
loading...
A
A
A
Pendapatan Pilar Infrastruktur menurun 16 persen menjadi Rp 767,3 miliar, terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan Dry Port dan Bekasi Power, masing-masing sebesar 31 persen dan 18 persen. Selama kuartal III-2020 terjadi penurunan volume kontainer yang ditangani Dry Port akibat pandemi Covid-19 dan berkurangnya keseluruhan kegiatan ekonomi (terutama ekspor impor) serta pemberlakuan status Reserve Shutdown yang lebih lama kepada Bekasi Power oleh PLN. Di sisi lain, pendapatan dari jasa dan pemeliharaan meningkat 6 persen (year on year) secara gabungan dibandingkan tahun lalu.
Pilar Leisure & Hospitality mencatat sedikit peningkatan pendapatan menjadi Rp64,2 miliar selama tiga kuartal di tahun 2020 dibandingkan dengan Rp62,5 miliar selama periode yang sama tahun lalu. Di sisi positif, pendapatan villa dan pariwisata justru mengalami pertumbuhan sebesar 72 persen (year on year) dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan tumbuh 36 persen dari Rp6,9 miliar pada kuartal kedua 2020 menjadi Rp9,4 miliar pada kuartal III-2020.
Baca Juga: Limbah Medis di Pinggir Jalan Bekasi Diduga dari Klinik di Jababeka
Sementara itu, pendapatan berulang (recurring revenue) perseroan dari pilar Infrastruktur memberikan kontribusi sebesar 42 persen dari total pendapatan Perseroan selama kuartal III-2020, dibandingkan dengan 64 persen pada periode yang sama tahun 2019. Penurunan kontribusi ini diakibatkan peningkatan signifikan kontribusi pendapatan dari pilar Land Development & Property.
Sementara itu, EBITDA Perseroan di kuartal ketiga sebesar Rp609 miliar dibandingkan dengan Rp450 miliar di tahun sebelumnya. EBITDA dari pendapatan berulang (recurring revenue) Perseroan yang berasal dari segmen bisnis infrastruktur sebesar Rp289 miliar selama sembilan bulan 2020, atau meningkat 1 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp285,1 miliar.
Pilar Leisure & Hospitality mencatat sedikit peningkatan pendapatan menjadi Rp64,2 miliar selama tiga kuartal di tahun 2020 dibandingkan dengan Rp62,5 miliar selama periode yang sama tahun lalu. Di sisi positif, pendapatan villa dan pariwisata justru mengalami pertumbuhan sebesar 72 persen (year on year) dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan tumbuh 36 persen dari Rp6,9 miliar pada kuartal kedua 2020 menjadi Rp9,4 miliar pada kuartal III-2020.
Baca Juga: Limbah Medis di Pinggir Jalan Bekasi Diduga dari Klinik di Jababeka
Sementara itu, pendapatan berulang (recurring revenue) perseroan dari pilar Infrastruktur memberikan kontribusi sebesar 42 persen dari total pendapatan Perseroan selama kuartal III-2020, dibandingkan dengan 64 persen pada periode yang sama tahun 2019. Penurunan kontribusi ini diakibatkan peningkatan signifikan kontribusi pendapatan dari pilar Land Development & Property.
Sementara itu, EBITDA Perseroan di kuartal ketiga sebesar Rp609 miliar dibandingkan dengan Rp450 miliar di tahun sebelumnya. EBITDA dari pendapatan berulang (recurring revenue) Perseroan yang berasal dari segmen bisnis infrastruktur sebesar Rp289 miliar selama sembilan bulan 2020, atau meningkat 1 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp285,1 miliar.
Lihat Juga :