Dukung Ekonomi Nasional, BRI Perkuat Soliditas Pelaku Pasar Keuangan
Jum'at, 13 November 2020 - 11:55 WIB
loading...
BRI menggelar kegiatan konsolidasi bersama 36 bank di seluruh Indonesia, sebagai upaya memperkuat soliditas dan kerja sama para pelaku pasar keuangan. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menggelar kegiatan konsolidasi bersama 36 bank di seluruh Indonesia, termasuk bank pembangunan daerah (BPD) dan bank anggota Buku I serta Buku II, dalam acara virtual gathering bertajuk "Sustainable Balance Sheet Through Market Deepening & Financial Inclusion With Strong Collaboration In Pandemic Era". Acara ini digelar BRI sebagai pembuktian perusahaan yang termasuk salah satu market maker pada pasar keuangan Indonesia.
Kegiatan pertemuan daring ini diikuti 200 peserta dan menghadirkan praktisi kebijakan dari Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebagai pembicara. Acara ini digelar dalam format half day seminar dan Bond School.
Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto mengungkapkan, virtual gathering ini diselenggarakan sebagai bentuk upaya perusahaan memperkuat soliditas dan kerja sama para pelaku pasar keuangan di Indonesia. Kesatuan gerak yang solid dibutuhkan agar para pelaku pasar keuangan bisa semakin berkontribusi dalam upaya membangkitkan perekonomian nasional.
(Baca Juga: Bos OJK: Vaksin Pfizer Angin Segar bagi Sektor Keuangan)
"Di tengah kondisi ekonomi yang sangat menantang di tengah pandemi, kami berharap sinergi dan kolaborasi antara BRI, Regulator, BPD, Bank Buku I dan II dapat terus ditingkatkan sehingga mempersolid pasar keuangan di Indonesia, khususnya untuk pelaku pasar domestik yang didominasi oleh perbankan," ungkap Catur secara virtual di Jakarta, Jumat (13/11/2020).
Tujuan diadakannya acara ini salah satunya untuk berbagi informasi oleh regulator serta pemangku kebijakan untuk memberikan arah kebijakan sehingga para pelaku pasar dapat mengambil langkah yang tepat.
Selama pandemi Covid-19 berlangsung, BRI sebagai BUMN telah berperan aktif menjadi mitra pemerintah untuk eksekusi berbagai program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). BRI telah terlibat dalam program pemberian restrukturisasi kredit bagi debitur terdampak Covid-19, penyaluran dana PEN tahap I dan II, serta pemberian dana Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) terhadap jutaan pelaku UMKM.
Kegiatan pertemuan daring ini diikuti 200 peserta dan menghadirkan praktisi kebijakan dari Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebagai pembicara. Acara ini digelar dalam format half day seminar dan Bond School.
Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto mengungkapkan, virtual gathering ini diselenggarakan sebagai bentuk upaya perusahaan memperkuat soliditas dan kerja sama para pelaku pasar keuangan di Indonesia. Kesatuan gerak yang solid dibutuhkan agar para pelaku pasar keuangan bisa semakin berkontribusi dalam upaya membangkitkan perekonomian nasional.
(Baca Juga: Bos OJK: Vaksin Pfizer Angin Segar bagi Sektor Keuangan)
"Di tengah kondisi ekonomi yang sangat menantang di tengah pandemi, kami berharap sinergi dan kolaborasi antara BRI, Regulator, BPD, Bank Buku I dan II dapat terus ditingkatkan sehingga mempersolid pasar keuangan di Indonesia, khususnya untuk pelaku pasar domestik yang didominasi oleh perbankan," ungkap Catur secara virtual di Jakarta, Jumat (13/11/2020).
Tujuan diadakannya acara ini salah satunya untuk berbagi informasi oleh regulator serta pemangku kebijakan untuk memberikan arah kebijakan sehingga para pelaku pasar dapat mengambil langkah yang tepat.
Selama pandemi Covid-19 berlangsung, BRI sebagai BUMN telah berperan aktif menjadi mitra pemerintah untuk eksekusi berbagai program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). BRI telah terlibat dalam program pemberian restrukturisasi kredit bagi debitur terdampak Covid-19, penyaluran dana PEN tahap I dan II, serta pemberian dana Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) terhadap jutaan pelaku UMKM.
Lihat Juga :