Bea Masuk Australia Nol Persen, Kemendag Ajak Pelaku Usaha Serbu Pasar Negeri Kanguru
Jum'at, 13 November 2020 - 18:11 WIB
loading...
A
A
A
Dia berharap produk ekspor Indonesia yang bisa masuk ke pasar Australia tidak hanya berasal dari perdagangan barang saja tetapi juga mencakup sektor pendidikan, kesehatan, dan jasa lainnya. Menurut Kasan, perdagangan barang Indonesia dengan Australia sampai saat ini masih mengalami defisit.
"Defisitnya berasal dari produk-produk yang memang dibutuhkan seperti gandum. Gandum dari Australia kita proses sehingga mendapatkan nilai tambah. Namun ekspor hasil olahan gandum kita belum banyak ke Australia," tuturnya.
Pada periode Januari sampai September 2020, Kemendag mencatat ekspor Indonesia ke Australia sebesar USD1,81 miliar atau meningkat 3,23% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD1,75 miliar. Komoditas ekspor utama Indonesia ke Australia diantaranya logam, kayu, alat penerima televisi, pupuk.
(Baca juga: Kementan Pacu Inovasi Tanaman Hias untuk Ekspor )
Sedangkan impor Indonesia dari Australia pada Januari sampai September 2020 tercatat sebesar USD3,36 miliar, turun 17,10% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD4,05 miliar. Impor utama Australia dari Indonesia diantaranya minyak bumi, batu bara, ternak, bijih besi, serta konsentrat gandum dan meslin.
"Defisitnya berasal dari produk-produk yang memang dibutuhkan seperti gandum. Gandum dari Australia kita proses sehingga mendapatkan nilai tambah. Namun ekspor hasil olahan gandum kita belum banyak ke Australia," tuturnya.
Pada periode Januari sampai September 2020, Kemendag mencatat ekspor Indonesia ke Australia sebesar USD1,81 miliar atau meningkat 3,23% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD1,75 miliar. Komoditas ekspor utama Indonesia ke Australia diantaranya logam, kayu, alat penerima televisi, pupuk.
(Baca juga: Kementan Pacu Inovasi Tanaman Hias untuk Ekspor )
Sedangkan impor Indonesia dari Australia pada Januari sampai September 2020 tercatat sebesar USD3,36 miliar, turun 17,10% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD4,05 miliar. Impor utama Australia dari Indonesia diantaranya minyak bumi, batu bara, ternak, bijih besi, serta konsentrat gandum dan meslin.
(ind)
Lihat Juga :