Neraca Dagang Surplus, Sayang Bukan Karena Ekonomi Membaik

Senin, 16 November 2020 - 14:01 WIB
loading...
Neraca Dagang Surplus,...
Suplus neraca perdagangan saat ini disebut lebih disebabkan anjloknya impor ketimbang perkasanya ekspor. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia Oktober 2020 surplus USD3,61 miliar. Sayangnya, ekonom Indef Nailul Huda menilai surplus neraca dagang ini tak menandai ekonomi nasional tengah membaik.

Menurut dia, surplus neraca perdagangan yang terjadi saat ini lebih banyak disebabkan oleh merosotnya impor yang terlalu tajam. Secara tahunan impor Indonesia turun hingga -26,93%. Sedangkan secara bulanan impor turun -6,79%.

(Baca Juga: Lagi dan Lagi, Neraca Dagang Oktober Kembali Surplus USD3,61 Miliar)

"Ekspor kita naik secara month to month (mtm) namun secara year on year (yoy) kita masih minus. Sementara, secara yoy dan mtm, impor kita menurun secara drastis," kata Nailul Huda saat dihubungi di Jakarta, Senin (16/11/2020).

Berdasarkan jenis barang, sambung dia, impor untuk barang modal merosot hingga -284,5% (yoy) dan -13,33 persen (mtm). Sedangkan bahan baku merosot sangat tajam di angka -415,7% (yoy) dan -5% (mtm).

"Artinya, keadaan ini menunjukkan kegiatan ekonomi di Indonesia masih jauh dari kata baik. Banyak pabrik-pabrik yang belum produksi secara optimal. Masih banyak pabrik yang tutup," sebut Huda.

(Baca Juga: Ekspor Impor Kontraksi, Akibatnya Neraca Dagang Surplus Terus)

Dihubungi terpisah, Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdulah pun mengamini bahwa surplus perdagangan Oktober terjadi bukan karena pertumbuhan ekspor yang sangat besar. Surplus terjadi Lebih disebabkan oleh impor yang masih turun drastis dibandingkan tahun Lalu.

Dia pun memperkirakan surplus masih akan berlanjut selama industri Indonesia belum beroperasi normal sehingga impor masih terus terkontraksi. "Tapi surplus ini Akan mengurangi tekanan terhadap nilai tukar rupiah, memunculkan market confident," imbuhnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
Prabowo Resmi Rilis...
Prabowo Resmi Rilis Aturan Ekspor 3 Komoditas Lewat Satu Pintu, Ini Ketentuannya
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
Fokus Belanja Negara
Fokus Belanja Negara
Evaluasi Ekonomi Nasional,...
Evaluasi Ekonomi Nasional, DPR dan Pemerintah Perkuat Koordinasi Kebijakan
Kasus Bea Cukai, KPK...
Kasus Bea Cukai, KPK Periksa 20 Petinggi Forwarder
Rekomendasi
Dari Iran ke Indonesia,...
Dari Iran ke Indonesia, Pesepeda Arezoo Tampil Memukau Lewat Sentuhan Ade Fitri Kirana
Honda Siap Luncurkan...
Honda Siap Luncurkan 2 Motor Listrik Terbaru Lagi
Doa Memasuki Tahun Baru...
Doa Memasuki Tahun Baru Islam, Jangan Lupa Diamalkan!
Berita Terkini
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Bank Mantap Serahkan...
Bank Mantap Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved