Google dan Temasek Dikabarkan Borong Saham Tokopedia
Senin, 16 November 2020 - 19:19 WIB
loading...
A
A
A
Seperti diketahui, SoftBank Group telah menjadi pemegang saham terbesar di Tokopedia dengan 33,9% saham melalui berbagai entitas, termasuk Vision Fund. Namun, SoftBank telah melepas sebagian sahamnya di pasar sekunder, di mana kepemilikannya terlihat menurun dibandingkan Mei. Alibaba Group menjadi pemegang saham terbesar kedua dengan kepemilikan 28,3%.
Investasi Google di Tokopedia menjadi suntikan modal kedua ke unicorn Indonesia, setelah sebelumnya berinvestasi di Gojek pada 2018. Dengan menguasai 6,9% saham, menjadikan Google sebagai pemegang saham terbesar kedua di Gojek setelah Gamvest, sebuah entitas yang dimiliki oleh investor Singapura GIC, mulai pertengahan Juli.
Kesepakatan terbaru dari Google menjadi investasi ketiga tahun ini oleh perusahaan teknologi besar AS ke unicorn Indonesia. Sebelumnya, Microsoft telah melakukan suntikan modal ke Bukalapak yang merupakan saingan Tokopedia. Facebook dan PayPal juga berinvestasi ke Gojek pada Juni lalu. ( Baca juga:Mahfud MD Sesalkan Kerumuman di Acara Habib Rizieq, Begini Respons PA 212 )
Kesepakatan itu mencerminkan meningkatnya persaingan di antara perusahaan e-commerce di Indonesia, dan membuat kebutuhan mereka untuk menambah pundi-pundi modal juga meningkat. Mereka berusaha menguasai tren perubahan perilaku konsumen yang semakin banyak berbelanja online karena Covid-19.
Investasi Google di Tokopedia menjadi suntikan modal kedua ke unicorn Indonesia, setelah sebelumnya berinvestasi di Gojek pada 2018. Dengan menguasai 6,9% saham, menjadikan Google sebagai pemegang saham terbesar kedua di Gojek setelah Gamvest, sebuah entitas yang dimiliki oleh investor Singapura GIC, mulai pertengahan Juli.
Kesepakatan terbaru dari Google menjadi investasi ketiga tahun ini oleh perusahaan teknologi besar AS ke unicorn Indonesia. Sebelumnya, Microsoft telah melakukan suntikan modal ke Bukalapak yang merupakan saingan Tokopedia. Facebook dan PayPal juga berinvestasi ke Gojek pada Juni lalu. ( Baca juga:Mahfud MD Sesalkan Kerumuman di Acara Habib Rizieq, Begini Respons PA 212 )
Kesepakatan itu mencerminkan meningkatnya persaingan di antara perusahaan e-commerce di Indonesia, dan membuat kebutuhan mereka untuk menambah pundi-pundi modal juga meningkat. Mereka berusaha menguasai tren perubahan perilaku konsumen yang semakin banyak berbelanja online karena Covid-19.
(uka)
Lihat Juga :