Pendapatan Nanjak, Smartfren Rugi Rp1,75 Triliun di Kuartal III
Selasa, 17 November 2020 - 08:58 WIB
loading...
Suasana di galeri Smartfren. Foto/Dok SINDOphoto/Eko Purwanto
A
A
A
JAKARTA - PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) mencatatkan kerugian bersih di kuartal III-2020. Adapun rugi bersih perseroan tercatat sebesar Rp1,75 triliun atau naik 6,83 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,63 triliun.
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) , pendapatan Smartfren di kuartal III-2020 sebesar Rp6,84 triliun atau naik 37,50 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,97 triliun, dengan rugi per saham dasar Rp5,66.
Adapun pendapatan perseroan terdiri atas pendapatan jasa telekomunikasi sebesar Rp6,23 triliun atau lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp4,71 triliun. Kemudian, penjualan data sebesar Rp292,9 miliar atau lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp211,3 miliar.
(Baca juga: Banyak WFH dan Belajar Daring, Laba Telkom Hanya Naik Tipis )
Sementara itu, penjualan non data sebesar Rp130,9 miliar atau lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp34,3 miliar dan penjualan lain-lain sebesar Rp185,1 miliar atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp13,8 miliar.
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) , pendapatan Smartfren di kuartal III-2020 sebesar Rp6,84 triliun atau naik 37,50 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,97 triliun, dengan rugi per saham dasar Rp5,66.
Adapun pendapatan perseroan terdiri atas pendapatan jasa telekomunikasi sebesar Rp6,23 triliun atau lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp4,71 triliun. Kemudian, penjualan data sebesar Rp292,9 miliar atau lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp211,3 miliar.
(Baca juga: Banyak WFH dan Belajar Daring, Laba Telkom Hanya Naik Tipis )
Sementara itu, penjualan non data sebesar Rp130,9 miliar atau lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp34,3 miliar dan penjualan lain-lain sebesar Rp185,1 miliar atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp13,8 miliar.
Lihat Juga :