Tak Selamanya Fulus Bisa Menyelesaikan Persoalan BUMN

Selasa, 17 November 2020 - 16:35 WIB
loading...
Tak Selamanya Fulus...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pengamat BUMN dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB-UI) Toto Pranoto menyampaikan bahwa masih ada beberapa badan usaha milik negara (BUMN) yang kurang memaksimalkan suntikan dana dari pemerintah dalam bentuk penyertaan modal negara (PMN) . Bahkan ada BUMN yang kinerjanya malah tambah buruk.

"Banyak BUMN yang diberikan PNM kurang memuaskan kinerjanya. Deviden yang diberikan kepada pemerintah, angkanya juga belum memuaskan. Bahkan ada BUMN yang disuntik tapi kinerja tidak membaik atau relatif stagnan dan buruk," katanya dalam Market Review IDX Channel, Selasa (17/11/2020). ( Baca juga:BUMN Diguyur PMN Rp37,38 Triliun, Ekonom: Harus Timbulkan Multiplier Effect )

Ia menjelaskan, kinerja BUMN yang kurang baik ini disebabkan oleh salah pengelolaan. Alhasil, dana yang diberikan tidak maksimal hasilnya.

"Ini disebabkan dari kesalahan manajemen pengelola BUMN. Mereka tidak cukup efektif dalam mengelola suntikan yang ada," terangnya.

Selain itu, Toto menambahkan, faktor penyebab buruknya kinerja BUMN karena dana yang diharapkan tidak sesuai. Akibatnya, strategi yang sudah direncanakan tidak berjalan dengan baik. ( Baca juga:Mencurigakan, MuslimPro Jual Data Lokasi 100 Juta Muslim ke Militer AS )

"Ada juga beberapa kasus, pemberian yang dikasih pemerintah tidak sesuai dengan keinginan BUMN tersebut, sehingga rencana yang akan dilakukan kurang berjalan dengan baik," tandasnya.

Sekedar informasi, pemerintah telah mengalokasikan Rp37,38 triliun yang akan diberikan kepada sejumlah BUMN. Suntikan dana ini diharapkan dapat mendorong pemulihan ekonomi.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
10 Perusahaan Diduga...
10 Perusahaan Diduga Manipulasi Nilai Ekspor Sawit, Gapki Buka Suara
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Didukung Danantara,...
Didukung Danantara, PaDi UMKM Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM
Presiden Prabowo Bekali...
Presiden Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin Perusahaan BUMN di PFLP 2026
Rekomendasi
3 Guru Besar Kedokteran...
3 Guru Besar Kedokteran Bakal Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa
Gunung Dukono Kembali...
Gunung Dukono Kembali Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Abu Vulkanik 1.000 Meter
Wasit Resmi Piala Dunia...
Wasit Resmi Piala Dunia 2026 Ditolak Masuk AS, Komentator Bola Simon Jordan Malah Bikin Geram
Berita Terkini
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved