Blak-blakan Sri Mulyani, APBN dan Semua Sektor Shock

Selasa, 17 November 2020 - 17:07 WIB
loading...
Blak-blakan Sri Mulyani,...
Menkeu Sri Mulyani mengakui pandemi Covid-19 menyebabkan guncangan di semua sektor, termasuk APBN. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan bahwa pandemi Covid-19 telah menimbulkan guncangan di seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia. Sri Mulyani mengatakan, pandemi membuat semua sektor mengalami shock.

Bahkan, dengan jujur Sri Mulyani pun mengakui bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga tidak lupt dari guncangan tersebut.

(Baca Juga: Menkeu Sebut 60% Warga Miskin Sudah Dapat Bansos)

"Sebetulnya APBN yang dikelola oleh pemerintah, keuangan negara juga mengalami shock. Namun shock itu tidak boleh dibiarkan, karena bisa menghancurkan seluruh hal, mulai dari kesehatan, sosial, kegiatan pendidikan, bahkan terhadap sisi usaha kecil menengah dan ekonomi," ujar Sri dalam konferensi pers virtual peluncuran Program bantuan subsidi upah (BSU) untuk pendidik dan tenaga kependidikan honorer di Jakarta, Selasa (17/11/2020).

Meski APBN mengalami shock, Sri Mulyani menyampaikan bahwa belanja negara tetap dibutuhkan di masa sulit ini. "Oleh karena itu, pemerintah membuat peraturan pengganti undang-undang (Perppu) Nomor 1 tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Disease 2019 (Covid-19) menjadi undang-undang (UU)," tambahnya.

Dia mengatakan, Indonesia dibolehkan memiliki defisit di atas 3% karena penerimaan perpajakan yang menurun. "Semua pembayar pajak tentunya sedang kesusahan. Namun, belanja-belanja itu penting sekali bagi kita karena memang masyarakat tidak menunggu. Itulah yang menjadi fungsi peranan penting dari anggaran pendapatan belanja negara atau kebijakan keuangan negara," imbuhnya.

(Baca Juga: Menkeu Sebut Perjuangan Paling Berat adalah Soal Nafsu, Bukan APBN)

Sri mencatat bahwa penerimaan pajak per akhir Agustus 2020 anjlok hingga 15,6% secara tahunan. Total penerimaan pajak baru mencapai Rp676,9 triliun. Jumlah ini baru mencapai 56,5% dari target yang ditentukan dalam Perpres 72 tahun 2020 sebesar Rp1.198,8 triliun.

"Meski begitu pemerintah terus menggelontorkan berbagai program bantuan sosial untuk menopang perekonomian masyarakat. Tujuannya membantu masyarakat paling rentang untuk bisa bertahan di masa sulit," pungkasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
APBN Semester I 2026...
APBN Semester I 2026 Defisit Rp196,5 Triliun, Purbaya: Kinerja Fiskal Tetap Kuat
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
Ekonom Beberkan Utang...
Ekonom Beberkan Utang Pemerintah Indonesia, Nilainya Tembus Segini
Bukan Cuma Harga Minyak,...
Bukan Cuma Harga Minyak, Tata Kelola APBN yang Buruk Jadi Biang Kerok Lemahnya Rupiah
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Naik Tembus Rp8.030 Triliun di Akhir Mei 2026
Nindia Karya Rampungkan...
Nindia Karya Rampungkan Pembangunan 20 Sekolah Rakyat Tahap II di 4 Provinsi
Defisit APBN Semester...
Defisit APBN Semester I 2026 Capai Rp196,5 Triliun
Mendagri Paparkan Kinerja...
Mendagri Paparkan Kinerja Anggaran Kemendagri yang Tetap Optimal di Tengah Efisiensi
Fenomena Korupsi di...
Fenomena Korupsi di Era Pemerintahan Prabowo Subianto
Rekomendasi
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved