Proyek Konstruksi Rp40 T Masih Jalan di Tempat, Jokowi Geram

Rabu, 18 November 2020 - 12:19 WIB
loading...
Proyek Konstruksi Rp40...
Ilustrasi foto/Dok SINDOphoto
A A A
JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) hari ini membuka Rakornas Pengadaan Barang dan Jasa 2020. Jokowi menyampaikan bahwa sistem pengadaan barang dan jasa harus praktis, cepat, akuntabel, dan transparan. Namun, dalam kesempatan ini, Jokowi menyoroti pengerjaan konstruksi yang sebagian masih berproses.

"Ini November sudah tanggal 18. Masih ada konstruksi yang masih dalam proses itu Rp40 triliun. Lah terus ngerjainnya kapan? Ini tinggal sebulan," ujar Jokowi secara virtual di Jakarta, Rabu (18/11/2020).

(Baca juga: Presiden LaLiga Berharap Vaksin Covid-19 Bisa Digunakan Pada Januari 2021 )

Dia mengatakan, tanggal 22 Desember sistem sudah ditutup karena akan memasuki libur panjang akhir tahun. Maka itu, mantan gubernur DKI itu mengingatkan bahwa ini sudah waktunya untuk melakukan perubahan-perubahan fundamental dalam sistem pengadaan barang dan jasa.

"Ini alarm peringatan perlu, karena banyak yang dalam kondisi darurat seperti ini kerjanya masih biasa-biasa saja, belum berganti ke channel extraordinary. Belum mengubah SOP-nya dari normal ke SOP yang penuh terobosan," tandas Jokowi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya soal Anggaran...
Purbaya soal Anggaran MBG: Saya Maunya Nol, Tapi Nggak Bisa Kan
Purbaya dan Kepala BGN...
Purbaya dan Kepala BGN Dijadwalkan Bertemu Hari Ini, Bedah Anggaran?
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Defisit APBN April 2026...
Defisit APBN April 2026 Sentuh Rp164,4 T, Belanja Negara Meroket jadi Rp1.082,8 Triliun
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Ketum PB Akuatik Optimistis...
Ketum PB Akuatik Optimistis Skema Anggaran Pelatnas Multiyears Lahirkan Atlet Berprestasi
Rekomendasi
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda, Ini Tanggapan Kuasa Hukum Tersangka
Tidak Semua Yoghurt...
Tidak Semua Yoghurt Sehat, Salah Pilih Bisa Bikin Gula Darah Naik
Kunjungi Lampung Tengah,...
Kunjungi Lampung Tengah, Jokowi Jajan Es Kopi dan Keripik Pisang di Sentra UMKM
Berita Terkini
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
Infografis
Bayar Bunga Warisan...
Bayar Bunga Warisan Jokowi Rp183 T, Prabowo Bakal Tarik Utang Rp775 T
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved